"Kami menikmati ini. Sambil bermain kami bisa mendapatkan uang," kata Andi salah satu dari 'pemburu uamh logam di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Senin (12/5/2008).
Jumlah mereka mencapai ratusan, jumlah ini baru dapat dilihat seluruhnya setahun sekali, yaitu pada saat liburan lebaran. Pengakuan beberapa penduduk sekitar Pelabuhan Ketapang, rata-rata anak-anak dari keluarga yang ada di sekitar pelabuhan adalah anak-anak logam.
Denny, salah satu 'pemburu' uang logam ini mengaku mengais uang logam di Pelabuhan Ketapang sepulang dari sekolah sekitar pukul 12.00 WIB siang.
Berbeda dengan Denny, Andi Prayogo lebih memilih hari libur untuk menjadi anak logam. Jika tidak ada hari libur nasional maka kedua anak ini hanya seminggu sekali
"Melaut' baru dilakukan Andi pada hari minggu. Andi mengaku ingin mencari uang jajan sekaligus membantu meringankan beban orang tuanya untuk membayar sekolah dengan menjadi Arlog.
"Lumayan, mas. Bisa untuk jajan dan tambahan bayar sekolah," ungkap Andi polos.
Foto: Pemburu uang logam di Pelabuhan Ketapang didominasi anak-anak/Zaini (bdh/bdh)










































