Arek-Arek Logam atau lebih dikenal Arlog, begitu panggilan khas anak-anak tersebut. Arlog adalah salah satu sisi kehidupan yang tak dapat dipisahkan dengan Pelabuhan Ketapang Banyuwangi.
Mereka adalah sekumpulan anak-anak yang memiliki keseharian yang cukup menarik dengan mengais rezeki dari kepingan logam yang diberi penumpang kapal. Umumnya, anak-anak itu berasal dari sekitar pelabuhan.
Kepingan uang logam yang dilemparkan para penumpang kapal ke dalam laut, langsung memancing sekumpulan anak-anak Arlog menyelam saling mengejar hingga mendapatkan uang logam tersebut. Mereka lalu menggigit kepingan uang logam yang mereka dapatkan dan kembali mengejar lemparan uang logam lain, begitu seterusnya.
Siapa cepat dia dapat. Ungkapan ini sudah menjadi semboyan bagi para arlog didalam "perburuan" uang logam di dalam air.
Namun faktor keberuntungan juga masih berperan dalam perburuan itu. "Kalau di dalam air, kita musuh. Tapi kalau di luar air kita tetap teman," kata Denny Fajar Ashari salah seorang Arlog, Senin (12/5/2008).
Tidak hanya uang logam. Uang kertas, permen, biskuit atau kue bungkusan kadangkala turut dilemparkan penumpang untuk melihat aksi arlog yang memberikan hiburan segar. Begitu uang logam dilempar, mereka berenang berebutan dan menyelam untuk mengejar rezeki mereka.
Foto: Anak-anak pemburu uang logam di Pelabuhan Ketapang/Zaini (bdh/bdh)











































