Aksi pengeroyokan yang dilakukan ratusan massa tersebut terjadi saat resepsi perkawinan salah seorang warga Dusun Dua, Desa Pagerungan Besar. Acara resepsi dengan hiburan orkes dangdut itu, ternyata dimanfaatkan oknum Bromib itu untuk mengkonsumsi minuman keras sambil berjoget bersama artis setempat di atas panggung.
Karena dinilai kurang nyaman dan mengganggu penonton, Kepala Desa (kades) Pagerungan Besar, Yulandi Abdulah Rahim berusaha memberi pengertian dengan cara menegur sang oknum Brimob. Namun teguran kades tersebut tidak dihiraukan dan justru membalas dengan pukulan tangan kosong hingga bersarang di mata kanan Kades hingga mengeluarkan darah.
Penonton orkes dangdut yang mayoritas kawula muda itu tidak terima dengan sikap oknum Brimob itu. Akibatnya, ratusan penonton mengejar dan mengkeroyok oknum Brimob tersebut hingga babak belur.
Sedangkan tontonan dangdut gratis itu langsung ditutup, karena situasi sudah dinilai tidak memungkinkan.
Kepala Desa Pagerungan Besar, Kecamatan Sapeken, Sumenep, Yulandi Abdulah Rahim kepada detiksurabaya.com mengatakan, oknum Brimob itu sempat mengkonsumsi minuman keras sehingga kesadarannya tidak stabil. "Kalau oknom Brimob itu sadar tidak mungkin
melakukan perbuatan yang mencereng nama baiknya," ujar Rahim saat dihubungi, Minggu (11/5/2008).
Rahim menambahkan, hingga Minggu pagi, warga masih belum menyadari dengan sikap oknum Brimob, karena dinilai mengganggu pesta perkawinan salah seorang warga. "Rencananya, masyarakat akan demo ke markasnya di Perusahaan Kangean Energy Indonesia (KEI)," jelas Rahim. (bdh/bdh)











































