Enam gerbong KA milik Pertamina yang putus itu mengangkut ribuan kilo liter minyak tanah serta solar untuk distribusikan ke Depo Pertamina Malang.
Informasi yang dihimpun, kereta api dari arah Utara (Pasuruan) melaju kencang menuju arah Malang. Rencananya, pagi ini kereta pengangkut BBM ini harus sudah sampai di Stasiun Kotalama Malang.
"Saya sendiri baru tahu rangkaian di belakang putus setelah berjalan 500 meter dari titik lokasi putus. Jadinya kami kembali mundur untuk kembali membawa 5 rangkaian yang putus," kata Supandono masinis kereta kepada wartawan.
Sialnya lagi, saat kereta hendak membawa kembali 5 rangkaian yang putus dengan memakai jalur lain. Dua rangkaian kereta yang mengangkut minyak tanah serta solar anjlok keluar jalur rel.
"Dua gerbong anjlok ketika kita coba membawa ke jalur lain," imbuh Supandono seraya menceritakan. Untungnya, ribuan kilo liter BBM dapat terselamatkan meski kereta keluar jalur rel.
Sementara ini proses evakuasi gerbong yang anjlok masih dilakukan petugas teknis Stasiun Lawang serta PT KAI dan Pertamina. Beruntung, kejadian ini tidak samapi mengganggu arus lalu lintas kereta api baik dari Surabaya-Malang dan sebaliknya. (bdh/bdh)











































