"Kemarin saat ujian Bahasa Indonesia, Arin menangis. Saat saya tanya kenapa, tidak menjawab dan langsung mengerjakan soal," kata Luluk salah seorang teman almarhum saat bertakziah di rumah duka, Kamis (8/5/2008).
Sebelum meninggal ungkap Luluk, Arin dan teman-teman lainnya sempat mengeluh tegang saat akan mengerjakan soal Fisika dan Ekonomi (IPA). Disamping, standart nilai kelulusan yang tinggi juga membuat almarhum dan teman-teman lainnya takut apakah bias lulus nanti.
Ujian hari ini ungkap Luluk memang sangat menguras tenaga dan fikiran. Apa lagi hari ini Arin puasa tidak makan serta kondisinya yang punya penyakit jantung semakin lemah.
Semantara itu, suasana duka masih menyelimuti rumah keluarga pasangan Suparni (50) dan Fatona (40) di RT 23 RW 04, Dusun Nglandung, Kecamatan Nggeger kabupaten Madiun. Deretan kursi duka warna hijau nampak masih tertata di halaman rumah yang disiapkan untuk petakziah dan acara yasinan malam ini.
Seperti diberitakan sebelumnya, Arin Triani (15), siswi kelas 9c SMPN 2 Nggeger ini meninggal usai mengikuti ujian nasional mata pelajaran IPA. Saat meninggalkan ruang kelas, tiba-tiba Arin terjatuh di pintu dan langsung meninggal sekitar, pukul 10.30 WIB siang tadi. (bdh/bdh)











































