Persewangi Vs PSMP Mojokerto Ricuh, Stadion Dihujani Batu

Divisi I Nasional

Persewangi Vs PSMP Mojokerto Ricuh, Stadion Dihujani Batu

- detikNews
Rabu, 07 Mei 2008 20:19 WIB
Banyuwangi - Pertandingan sepak bola Divisi I Nasional antara Persewangi Banyuwangi melawan PSMP Mojokerto di Stadion Diponegoro, Banyuwangi , Rabu (7/5/2008) sore tadi berakhir ricuh. Kemarahan penonton diduga dipicu kepemimpinan wasit yang memihak kesebelasan tamu PSMP Mojokerto.

Beberapa kali pelanggaran berat yang dilakukan pemain PSMP terhadap pemain Persewangi hanya membuahkan tendangan bebas. Bahkan saat Mahsun, salah seorang pemain PSMP memukul wajah Frenky pemain Persewangi bernomor pungung 9, hingga harus mendapatkan perawatan. Suwandi, wasit asal Malang yang memimpin pertandingan tersebut hanya memberikan tendangan bebas pada Persewangi.

Puncak kemarahan Persewangi terjadi pada menit ke-85 saat wasit menunjuk titik putih pertanda penalti pada PSMP. Keputusan wasit itu diberikan setelah melihat salah seorang pemain PSMP dijatuhkan oleh back Persewangi. "Ada bola, itu hanya diving, " teriak salah seorang official Persewangi.

Melihat keputusan wasit itu, pemain Persewangi tidak dapat menerimanya dan langsung mendorong wasit hingga terjatuh. Melihat kondisi yang sudah semakin memanas itu polisi langsung masuk ke lapangan dan mengamankan wasit.

Sementara, di tengah lapangan terjadi perdebatan antara pengawas pertandingan, wasit dan pelatih serta ofisial Persewangi, di pinggir lapangan kemarahan suporter semakin tidak terkendalikan. berbagai benda keras melayang ke tengah lapangan. Bahkan beberapa batu besar tampak menghujani polisi.

Hujan batu tersebut akhirnya memakan korban. Seorang anggota provost Polres Banyuwangi Bripda Hendri yang berada di tengah lapangan tba-tiba ambruk akibat terkena lemparan batu. Dari dahinya tampak mengucur darah segar. Bripda Hendri langsung di larikan ke RSUD Blambangan untuk mendapatkan perawatan.

Melihat keadaan ini Kapolres Banyuwangi AKBP Eri Nursatari yang turun langsung ke lapangan memerintahkan pada anggotanya untuk mengamankan wasit dan pPemain PSMP. Bahkan kapolres memerintahkan untuk menggunakan anjing K-9 yang sudah disiapkan. "Kalau ada yang macam-macam lepaskan saja," perintah kapolres pada anggota polisi yang membawa anjing.

Wasit dan pemain PSMP masih terjebak di tengah lapangan hingga hari gelap. Sekitar pukul 18.00 WIB para suporter baru mau membubarkan diri setelah Wasit mengumumkan kalau pertandingan berakhir dengan skor seri.

"Pertandingan dinyatakan berakhir dengan skor satu-satu," ujar Suwandi melalui pengeras suara dengan dilindungi tameng dari kepolisian. Meski demikian wasit baru bisa keluar lapangan dengan kawalan ketat aparat kepolisian. (bdh/bdh)
Berita Terkait