"Saya yakin saat itu yang berada di lokasi hanya Yaimin saja. Tidak ada orang lainnya. Polisi itu mengada-ada," kata Dodik Purnomo, kakak ipar korban saat berbincang dengan detiksurabaya.com di rumah duka, Rabu (7/5/2008).
Selain Dodik, penyangkalan jumlah warga yang saat itu tengah bersama Yaimin lebih dari satu orang juga dibantah oleh warga desa lainnya.
"kamik tidak percaya dengan omongan polisi. karena mereka belum meminta keterangan dari warga. Dari mana mereka tahu kalau jumlah orang yang ada di hutan lebih dari satu orang," ujar Karsun salah seorang warga Dusun Kedung Dawung.
Dari data yang digali di lapangan menyebutkan, Yaimin tewas akibat diterjang peluru milik anggota Polwil Madiun di Petak 48-50 KPH Madiun, pukul 17.00 WIB, Selasa kemarin adalah seorang buruh tani.
Dari versi polisi, Yaimin terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas karena berusaha melawan petugas patroli saat tertangkap basah tengah melakukan pencurian kayu bersama empat orang lainnya yang berhasil melarikan diri. (bdh/bdh)










































