Penyebab antrean di sejumlah SPBU di Lamongan sejak dua hari terakhir akibat dikuranginya pasokan premium sebesar 50 persen.
Dari pantauan detiksurabaya.com, Selasa (6/5/2008) tercatat sedikitnya terdapat 5 SPBU di lamongan yang kehabisan stok premium. Seluruh SPBU itu berada di jalur poros Surabaya-Lamongan dan antara Babat dan Lamongan.
Salah seorang petugas SPBU di kawasan Deket, Budi Santoso mengatakan, saat ini pertamina mengurangi pasokannya hingga 50 persen. "Jika sebelumnya dia mendapat 32 ribu liter per minggu, kali ini dikurangi menjadi hanya 18 ribu liter saja," terang Budi.
Sejak pasokan dikurangi, terang Budi, SPBU-nya terpaksa tidak melayani pembelian dengan menggunakan jerigen maupun drum. Hal ini menyebabkan beberapa kios bensin kecil yang terpaksa menutup kiosnya karena tidak diperbolehkan membeli bensin di SPBU dengan menggunakan jerigen.
Kosongnya premium di beberapa SPBU ini mengakibatkan antrean panjang di SPBU yang masih mempunyai stok premium. Seperti yang terjadi di daerah Kalikapas. Di SPBU ini para pemilik kendaraan utamanya sepeda motor rela untuk antre karena tidak ada tempat lain yang menyediakan premium.
Sementara itu, para pemilik kios bensin berharap agar pemerintah tidak mengurangi stok pasokan BBM agar usaha mereka tetap bisa diandalkan untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari.
"Kalau kami tidak boleh beli bensin dengan jerigen atau drum, kami kan tidak bisa jualan mas," terang Sarkiyah, seorang pemilik kios bensin yang terpaksa menutup kiosnya karena tidak diperbolehkan SPBU membeli bensin menggunakan jerigen dan drum. (bdh/bdh)











































