Dengan dalih ingin merekrut pedagang ke dalam suatus organisasi keamanan lokal, pedagang yang menggunakan kendaraan roda empat diwajibkan menyetor uang Rp 300 ribu hingga Rp 400 ribu per bulannya. Dan tiap mobil ditempel stiker tanda anggota yang terjamin keamanannya.
Ketiga preman yang nyaris tewas setelah dihajar massa adalah Muslichin (40) warga Desa/Kecamatan Tarokan, Kediri. Cecep (49) warga Desa/Kecamatan Purwoasri, Kediri dan Sunardi (48) warga Desa Guyangan, Kecamatan Bagor, Nganjuk.
"Mereka menempelkan stiker bertuliskan NPW2. Katanya kalau ada stiker ini kami akan aman dari gangguan preman. Padahal selama ini kami juga tidak pernah diganggu oleh preman," kata Hardiono (36) salah satu pedagang yang ikut melakukan pengeroyokan saat di Pasar Grosir, Kediri, Selasa (6/5/2008).
Hardiono menjelaskan, pedagang yang resah sepakat menyerang ketiga pelaku. "Kami melakukannya bersama-sama, karena kami sudah kesal dengan keberadaan mereka," tambahnya berapi-api.
Beruntung aksi pengeroyokan pedagang berhasil dihentikan petugas dari Sat Intelkam Polresta Kediri yang kebetulan berada di lokasi. Untuk menghindari kemarahan massa yang lebih luas, ketiga tersangka diamankan di Mapolresta Kediri.
Dalam pemeriksaan petugas, Sunardi salah satu tersangka yang mengalami luka memar di bagian wajah dan kepala mengaku sama sekali tidak pernah melakukan pemalakan. Dia berdalih, bersama dua rekannya berniat menyediakan keamanan lokal di Pasar Grosir.
"Lha wong pedagang juga mau membayar kami. Kami juga nggak memaksa, kami justru ingin membantu mereka," kilahnya sambil menahan rasa sakit di kepalanya akibat dipukuli dengan benda tumpul.
Sementara secara terpisah Kasat Reskrim Polresta Kediri, AKP David Subagio saat dikonfirmasi mengaku tidak mempercayai begitu saja pengakuan ketiganya. Menurut informasi yang didapatkan, justru ketiga tersangka merupakan pemain lama di beberapa lokasi pasar yang berbeda.
"Mereka memang sudah dikenal sebagai preman pasar di daerah lain dan kami akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap ketiga tersangka," kata David. (fat/fat)










































