Jasad bayi tersebut pertama kali ditemukan oleh seorang pemulung. Dari penemuan tersebut, warga segera melaporkan penemuan mayat bayi tersebut ke Kantor Kelurahan Ngadirejo yang hanya berjarak sekitar 200 meter.
"Pemulungnya sudah pergi, dia ketakutan kalau dijadikan takon-takonan (ditanya untuk dijadikan saksi)," kata Muhammad Hamid (34), saksi mata yang mendapatkan laporan pertama kali dari pemulung, Selasa (6/5/2008).
Muhammad Hamid yang saat itu sedang memancing langsung meminta bantuan warga lainnya untuk melaporkan ke pihak kelurahan. Dari laporan tersebut, pihak kelurahan langsung menginfomasikan ke kepolisian yang langsung melakukan olah TKP.
Hasil olah TKP yang dilakukan Polesta Kediri menunjukkan tidak terdapat tanda penganiayaan terhadap bayi tersebut. Hasil identifikasi hanya menemukan ukuran bayi panjang 53 Cm, dan tali pusar bayi juga masih lengkap.
"Hasil identifikasi tidak ditemukan adanya tanda penganiayaan. Perkiraan sementara, bayi dibuang sejak 3 hari yang lalu," kata Kasat Reskrim Polesta Kediri, AKP David Subagio di lokasi kejadian.
Untuk mengetahui asal usul mayat bayi tersebit, polisi berisaha menelusuri keberadaan ibu hamil yang baru saja melahirkan di sekitar lokasi kejadian.
"Doakan kami akan secepatnya bisa mengungkap motifnya," pinta David Subagio. (bdh/bdh)











































