Lembar jawaban itu ditemukan di salah satu sudut ruang ujian bagian depan di SMP Negeri tersebut. Setelah diteliti seorang guru pengawas, lembar jawaban itu lalu dibawa dan dirobek-robek serta dimasukkan ke bak sampah oleh satpam.
Dari pengamatan detiksurabaya.com, lembaran itu merupakan jawaban atas materi try out Unas tanpa disebutkan jenis materi ujiannya. Penemuan itu sempat menimbulkan kecurigaan pengawas independen. Sebab ruang kelas ujian, termasuk bagian teras biasanya sudah dibersihkan sebelum ujian digelar. Namun Kepala SMP Negeri I, Njono memastikan tidak ada kebocoran soal ujian.
"Saya belum tahu kalau ada penemuan lembaran itu. Tapi saya bisa memastikan, tidak ada materi ujian yang bocor di sekolahan ini. Apalagi ada lembar jawaban ujian," kata Kepala SMP Negeri I, Njono kepada detiksurabaya.com di depan ruang kelas.
Untuk mengantisipasi kecurangan selama Unas, termasuk kebocoran soal, pihak SMP Negeri I melarang peserta ujian membawa masuk tas, buku dan handphone ke dalam ruang ujian. Para guru dan pengawas juga dilarang berkomunikasi intensif dengan peserta.
Sampul dan segel materi Unas juga tidak ada yang ditemukan dalam keadaan terbuka. Sehingga Njono bisa menjamin tidak ada kebocoran soal. "Kami bisa pastikan tidak ada kebocoran soal. Apalagi ini menyangkut rahasia negara," jelas Njono.
Unas setingkat SMP di Kota Mojokerto diikuti sekitar 3 ribu peserta dari SMP maupun Madrasah Tsanawiyah (MTS) dan digelar secara serentak. Berbeda dengan tahun lalu, materi Unas saat ini meliputi Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, IPA dan Matematika.
(fat/fat)










































