Dua Wanita, Salah Satunya Hamil, Cakar-cakaran

Dua Wanita, Salah Satunya Hamil, Cakar-cakaran

- detikNews
Jumat, 02 Mei 2008 12:56 WIB
Lumajang - Bermula dari adu pandang dan lirik-lirikan, akhirnya berujung perang mulut. Ini yang terjadi antara dua wanita asal Lumajang yang bersaing dalam penampilan dan kecantikan. Keduanya pun terluka.

Peristiwa itu bermula saat Siti Halimah (21) yang sudah rapi dan berdandan cantik mengeluarkan motor dari rumahnya. Halimah berniat berangkat kerja di sebuah kawasan di Kota Lumajang.

Sementara Erna yang sedang asyik menyapu rumahnya melirik Halimah yang kala itu sedang siap menyalakan motornya. Merasa ada yang melirik, Halimah langsung menegur Erna yang kebetulan rumahnya bersebelahan.

"Kok lirik-lirik, kenapa?" sindir Halimah sembari membalas lirikan Erna saat berada di teras rumahnya, Jumat (2/5/2008).

Merasa tak digubris dan gemas, Halimah menghampiri Erna. Erna yang sedang hamil 6 bulan merasa kaget, karena tiba-tiba Halimah datang dan menarik rambutnya.

Tak terima ditarik rambutnya, Erna membalas dengan mencakar tubuh Halimah. Keduanya pun saling cakar-mencakar dan menjambak. Karena ada suara gaduh dan teriakan kesakitan dua ibu rumah tangga tersebut, warga sekitar yang mendengarnya langsung melerai.

Mereka pun diamankan dan dibawa ke Polres Lumajang. Di hadapan penyidik, keduanya mengaku kesal selalu perang mulut karena bersaing.

"Saya dituduh, opo o kok lirik-lirik, iri tah (Kenapa lirik-lirik, iri ya)," kata Erna di hadapan penyidik, Jumat (2/5/2008).

Sementara Siti Halimah membela dirinya dan mengatakan jika Erna selalu iri dengan apa yang dimilikinya. "Saya kesal. Sebab Erna sering iri setiap saya punya kosmetik baru. Apalagi dengan perlengkapan rumah saya yang baru," kata Siti Halimah.

Kanit PPA Polres Lumajang Ipda Kurniawati Dewi Lestari membenarkan terjadi pertengkaran terhadap dua ibu rumah tangga tersebut. Ada bekas cakaran di tubuh dan tangan keduanya.

"Saya sudah dapat hasil visum. Memang ada luka pada korban, cakaran serta pukulan dengan tangan kosong," ungkap Kurniawati. (fat/fat)
Berita Terkait