Aksi pemukulan yang dilakukan Hasyim (39) seorang guru SMA Baiturrahman, kepada siswa SMA Sabilul Huda, Ahmad Junaidi (17) itu, menyebabkan korban mengalami bengkak di bagian mata, dahi benjol dan tangan luka. Kasusnya, kini diusut penyidik Polsek Ganding, Sumenep.
Aksi pemukulan itu bermula dari cekcok antar siswa SMA Baiturrahman, Ahmad Nurul dengan korban di belakang gedung SMA Baiturrahman. Namun, tiba-tiba Hasyim yang berstatus guru di SMA Baiturrahman Kecamatan Ganding itu tiba-tiba memukuli korban hingga babak belur.
Pembina OSIS SMA Sabilul Huda, Busri Amin, mengaku tidak terima aksi pemukulan terhadap anak didiknya, karena yang bersangkutan merasa tidak salah dan tidak tahu apa yang dipersoalkan.
"Aksi pemukulan itu sudah mencoreng nama baik pendidikan. Makanya, usai aksi pemukulan itu kami langsung melapor kepada polisi," ujar Busri saat dihubungi detiksurabaya.com, Rabu (30/4/2008).
Bahkan ia juga menilai, aksi pemukulan itu merupakan sikap arogansi seorang guru kepada siswa sekolah lain. "Maunya apa kok murid saya malah dipukuli," katanya.
Kapolsek Ganding Ipda Tabrani mengatakan, aksi pemukulan tersebut diduga karena ada kesalahpahaman antara korban dengan pelaku. "Karena kasus itu merupakan aduan dari korban ya tetap kami usut, selama kedua belah pihak tidak bisa damai," tegas Tabrani. (bdh/bdh)











































