Tiga Wartawan Bojonegoro Tergolek di Rumah Sakit

Buntut Demo Pendekar Silat

Tiga Wartawan Bojonegoro Tergolek di Rumah Sakit

- detikNews
Rabu, 30 Apr 2008 13:09 WIB
Bojonegoro - Tiga orang wartawan Bojonegoro masih tergolek lemas di rumah sakit (RS). Mereka mengalami luka serius akibat pengeroyokan yang dilakukan anggota Perguruan Silat Setia Hati Teratai (PSHT) yang berunjuk rasa menuntut keadilan agar Polhut penembak dua warga diusut.

Para korban itu adalah Didik (wartawan JTV) dan Dani (wartawan Radio BaSS FM) keduanya dirawat di RS Wahyu Tutuko Polwil, serta Cipto (crew JTV) dirawat di RS Aisiyah Bojonegoro. Didik mengalami luka pada tangan kanan, Dani memar di pelipis kiri, leher kiri, perut kanan dan punggung. Terparah Cipto luka pada mata kiri yang sampai saat ini belum bisa melek.

"Saya diteraki 'wartawan bajingan' terus mereka mengeroyok saya ramai-ramai. Saya dipukuli pakai kayu dan bambu. Saya berusaha lari tapi akhirnya tersungkur jatuh ke aspal jalan. Mereta tetap memburu, saya mau ditimpa dengan batu besar. Untung ada polisi yang melerai," tutur Dani sewaktu lukanya dirawat oleh paramedis, Rabu (30/4/2008).

Begitu juga Didik, tangan kanannya dipukul dengan kayu. Perut dan kaki kirinya ditendang hingga nyaris tak sadarkan diri. Wartawan korban pengeroyokan para
pendekar PSHT ini lalu diamankan oleh polisi yang kemudian membawa mereka ke RS dengan mobil pick up.

Sebelumnya, sekitar 3.000 massa dari Perguruan Silat Setia Hati Teratai berunjuk rasa di Gedung DPRD Bojonegoro. Mereka menuntut keadilan agar pelaku penembak dua orang warga pencari rengkek diusut tuntas.

Namun dalam aksi tersebut, para pengunjuk rasa malah menyerang wartawan yang sedang meliput aksi itu. Pengunjuk rasa menganggap wartawan Bojonegoro dalam memberitakan kasus penembakan itu lebih menyudutkan warga. (bdh/bdh)
Berita Terkait