Liput Aksi Demo, Wartawan Diserbu Pendekar Silat

Liput Aksi Demo, Wartawan Diserbu Pendekar Silat

- detikNews
Rabu, 30 Apr 2008 10:37 WIB
Bojonegoro - Sekitar 3.000 warga Bojonegoro dari Perguruan Silat Setia Hati Teratai menyerbu Kantor DPRD Bojonegoro, Rabu (30/4/2008). Mereka menuntut keadilan atas dua temannya yang tewas ditembak Polisi Hutan (Polhut) KPH Perhutani Bojonegoro.

Dalam aksi ini, para pengunjuk rasa bertindak anarkis. Mereka menyerbu wartawan yang tengah meliput aksi tersebut. Akibatnya, beberapa wartawan mengalami luka akibat amukan massa.

Beberapa wartawan yang mengalami luka akibat pukulan dan lemparan batu dari pengunjuk rasa antara lain, Didik wartawan JTV yang saat ini mendapat perawatan di RS Aisiyah karena menderita luka memar dan Dani wartawan Radio Bass FM yang mengalami luka memar pada pipi dan kepala bagian belakang.

Penyerangan terhadap wartawan ini dipicu akibat ketidakpuasan para pengunjuk rasa tentang pemberitaan yang dianggap tidak berimbang. Pengunjuk rasa mengannggap pemberitaan wartawan Bojonegoro lebih menyudutkan warga.

Akaibat penyerangan ini para wartawan hanya bisa meliput aksi dari jarak sekitar 200 meter. Para jurnalis calon Kota Minyak ini ketakutan dan trauma akibat penyerangan yang dilakukan secara mendadak.

Dari pantauan detiksurabaya.com, ratusan polisi dari Polres Bojonegoro tersebar di empat untuk mengamankan aksi ini. Empat titik yang dijaga terdiri, gedung DPRD, alun-alun, Kantor Perhutani dan Rumah Dinas Perum Perhutani di Jalan KH Hasyim Asy'ari, Bojonegoro.

Sebelumnya, dua warga Kedung Adem Bojonegoro ditembak mati oleh Polhut Bojonegoro pada, Rabu (23/4/2008) lalu. Cipto tewas dengan kepala tertembus peluru hingga alis mata sebelah kiri.

Sedangkan Bambang terkena peluru di bagian tengkuk tembus di bawah mata sebelah kiri. Serta sata orang luka tembak di lehernya yakni Yudiono. Mereka diduga telah melakukan pencurian kayu di hutan tersebut. (bdh/bdh)
Berita Terkait