Daimun yang dituding warga sebagai preman itu adalah warga Dusun Bonangan, Desa Sumberkradenan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, yang Selasa (29/4/2008) dinhari dibantai warga di halaman rumahnya.
Ke-7 tersangka yang diperiksa secara maraton itu adalah Karnawi (41), Lani (57), Rohman (19), Santoso (19), Yusman (19), serta Muslimin (20), serta Toib (70), kesemuanya adalah tetangga korban.
"Sementara kita telah memastikan dari pemeriksaan tujuh orang ini pasti menjadi tersangka dalam kasus ini, " jelas Kasat Reskrim Polres Malang AKP Sunardi Riyono kepada detiksurabaya.com, Selasa (29/4/2008).
Namun, lanjut Sunardi, tidak menutup kemungkinan jumlah pelaku bisa bertambah melihat hasil pemeriksaan. Diketahui, Muslimin adalah anak dari ketua rukun tetangga setempat. Kabarnya, sang ayah juga ikut dalam aksi pembunuhan sadis ini.
"Kami telah periksa juga seorang warga yang juga ketua RT setempat yang diduga ikut menjadi pelaku, " imbuh Sunardi.
Sementara itu, dari pemeriksaan tujuh orang ini semua mengaku nekat melakukan tindakan ini karena geram atas perbuatan korban yang meresahkan warga.
"Semua tersangka menyimpan dendam kepada korban, makanya ramai-ramai menggebuki," tutur seorang petugas yang menangani perkara ini.
Bahkan, para pelaku ini telah merencanakan tindakan jauh hari sebelumnya. Dengan rencana itu mereka kemudian menjemput korban dari dalam rumah.
"Para pelaku mengaku telah merencanakan aksi ini dua hari sebelumnya. Sebagai penggeraknya bernama Karnawi," ungkap Sunardi.
Informan Polisi
Selain dituding preman, Daimun (36), juga diisukan sebagai salah satu informan polisi alias telik sandi.
Sekitar sepekan lalu Polsek Pakis telah menangkap pelaku pencurian alat penghangat ayam milik Lani (57), warga setempat sebanyak 200 buah. Petugas sendiri dalam kasus itu menangkap Somad (21), yang diketahui adalah anak dari Toib, kini diamankan di Polres Malang.
Diduga karena kesalahpahaman warga menilai korban telah ikut andil dalam penangkapan Somad menaruh rasa dendam.
"Kami memang menangkap Somad pelaku pencurian alat penghangat ayam ternak. Tapi itu hasil penyelidikan kita bukan informasi dari korban seperti yang diduga oleh warga, " ungkap Kapolsek Pakis AKP Gatot Setiawan melalui telpon.
Gatot menambahkan, mungkin dugaan warga menganggap korban bekerjasama dengan polisi menjadi pemicu kejadian ini. Namun, kata Gatot semua tuduhan itu harus dibuktikan bukan malah dendam dan menganiaya korban.
"Warga sendiri menilai salah terhadap korban. Jika semua tuduhan warga ada bukti baiknya dilaporkan," ujar dia. (gik/gik)











































