Bus jurusan Banyuwangi-Madura itu sebelum terguling melaju kencang dari arah timur (Banyuwangi, red). Namun ketika memasuki kawasan Gumitir, rem bus tersebut blong. Akibatnya, sopir hanya bisa mencoba memelankan laju bus dan mengendalikan arah bus.
Namun ketika tiba di tikungan tajam di Desa Sidomulyo, Silo atau hanya berjarak sekitar 500 meter dari batas akhir kawasan Gumitir, sopir bus, Siin tidak bisa mengendalikan laju bus. Bus yang seharusnya membelok ke kanan, terus menerobos perkebunan kopi di kawasan tersebut. Karena menabrak beberapa pepohonan, bus akhirnya terhenti. Namun badan bus itu terguling dan belasan penumpangnya mengalami luka ringan.
Menurut kondektur bus, Suwarno, sebelum berangkat dari Banyuwangi bus sudah diperiksa secara keseluruhan. "Mungkin ada bagian dari rem yang pecah atau putus sehingga tidak ada angin yang bekerja, akibatnya rem blong," kata Suwarno.
Selama bus melaju dengan rem blong, Suwarno mencoba menenangkan para penumpang. Hingga bus terguling dan terhenti, bersama dengan penumpang yang tidak terluka, dirinya mengevakuasi para korban luka.
Hingga pukul 15.00 WIB, bangkai bus masih tetap di lokasi kecelakaan dan belum dievakusi karena sulitnya medan. Petugas masih menunggu peralatan untuk mengangkat bangkai bus naas tersebut. (bdh/bdh)











































