PBNU Ingatkan Warga Nahdliyin Tidak Gegeran Sendiri

Pilgub Jatim

PBNU Ingatkan Warga Nahdliyin Tidak Gegeran Sendiri

- detikNews
Sabtu, 26 Apr 2008 14:59 WIB
Sidoarjo - Karena banyaknya kader NU yang mencalonkan gubernur Jawa Timur pada pemilihan yang digelar 23 Juli 2008 itu, PBNU pun meminta kepada warga Nahdliyin tidak terpecah belah.

"Terserah pada warga Nahdliyin untuk memilih, wakil gubernurkah atau gubernur. Terserah bagaimana menggunakan kebebasannya untuk memilih," pinta Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi dalam tauziahnya di acara Harlah Muslimat NU ke-62 di lapangan parkir Gelanggang Olahraga Delta Sidoarjo, Sabtu (26/4/2008).

Hasyim berharap warga Nahdliyin untuk dewasa dalam menentukan pilihannya. Dan jangan asal memilih pemimpin. "Kalau ada barang yang banyak harus memilih barang yang terbaik. Tidak perlu gontok-gontokan satu sama lain," ujarnya.

Pengasuh Ponpes Cengger Ayam Malang ini mengatakan ketika sudah menentukan pilihan dirinya berharap tidak ada lagi sikap saling menyalahkan satu sama lain.

"Di pilkada jangan ada gesekan. Di NU jangan sampai karena pilkada menjadi perpecahan," harapnya.

Dan dalam tauziahnya juga kiai asal Malang ini juga berharap dalam pilkada ini Muslimat NU tetap bersatupadu tidak terpecah belah. "Ada atau tidak ada pilkada, muslimat NU tetap bersatu," tandasnya.

Sementara ketika disinggung dengan kedatangan menghadiri acara Muslimat NU, Hasyim menyatakan kapasitas kedatangannya sebagai undangan dan juga menerima surat pengunduran diri Khofifah sebagai Ketua PP Muslimat NU.

"Kalau saya tidak datang saya tidak bisa menerima surat pengunduran diri. Deklarasi Khofifah saya tidak boleh datang. Dan forum ini bukan forum dukungan pencalonan. Forum ini adalah forum intern Muslimat maka saya boleh datang," ungkapnya.

Dan menurutnya jika GP Ansor mengundang dirinya untuk hadir di acara Ansor di Pasuruan Minggu (27/4/2008) dia akan datang juga. "Insya Allah saya akan datang. Tapi saya belum mendapat undangan dari Ansor," pungkasnya.

Perlu diketahui, sedikitnya 4 warga NU sudah resmi mencalonkan diri. Mereka adalah, Ketua GP Ansor Syaifullah Yusuf yang digandeng Soekarwo dan diusung Partai Demokrat -PAN, Ketua PWNU Jatim Ali Maschan Moesa yang diusung Golkar mendampingi Soenarjo dan Bupati Mojokerto Achmady yang diberangkatkan PKB.

Serta Khofifah Indar Parawansa yang duet dengan mantan Kasdam V Brawijaya, Brigjend (Purn) Mudjiono. Pasangan Ka-Ji ini diusung oleh 12 parpol, salah satunya PPP. (gik/gik)
Berita Terkait