Seruan itu disampaikan Khofifah di depan ribuan kader Muslimat Harlah Muslimat NU ke-62 di lapangan parkir Gelanggang Olahraga Delta Sidoarjo, Sabtu (26/4/2008).
Menurut calon gubernur yang diusung 12 parpol ini seruan itu terpaksa disampaikan karena di Jawa Timur masih banyak perempuan yang buta huruf.
"Mari kita berjihad memberantaskan keterbelakangan, kebodohan dan kemiskinan," ajak Khofifah.
Dalam acara yang di hadiri Ketua PBNU KH Hasyim Muzadi itu, Khofifah memanfaatkan untuk pamitan. Dia sementara mengundurkan diri dari jabatan Ketua PP Muslimat yang selama ini disandangkan karena mencalonkan sebagai gubernur.
Surat pengunduran resmi tersebut sudah diserahkan Khofifah langsung pada KH Hasyim Muzadi. "Surat pengunduran diri secara resmi itu sudah saya serahkan pada tanggal 12 April lalu dan PP Muslimat mengizinkan saya untuk berihtiar dan berjihad di Jawa Timur," tuturnya.
Mantan menteri Pemberdayaan Perempuan pada era Gus Dur ini mengatakan untuk menarik dukungan para pemilih di Jatim, dirinya terus melakukan pendekatan pada semua pihak dan semua lapisan masyarakat.
Dalam pemilihan yang akan digelar 23 Juli ini, Khofifah yang didampingi Brigjend (Purn) Mudjiono itu dicalonkan 12 partai. Pasangan yang mengklaim akan mendapat dukungan dari warga Nahliyin akan bertarung dengan 3 kader NU lainnya.
Ketiga calon NU itu adalah, Ketua GP Ansor Syaifullah Yusuf yang digandeng Soekarwo dan diusung Partai Demokrat -PAN, Ketua PWNU Jatim Ali Maschan Moesa yang diusung Golkar mendampingi Soenarjo dan Bupati Mojokerto Achmady yang diberangkatkan PKB. (gik/gik)











































