"Kalau bisa lewat pintu kenapa lewat jendela. Kalau kader NU bisa nomor satu kenapa harus pilih nomor dua," kata Ketua PW Muslimat NU Jatim Masruroh Wahid dalam tauziahnya di acara Harlah Muslimat NU ke 62 di Lapangan Parkir Gelanggang Olahraga Delta Sidoarjo, Sabtu (26/4/2008).
Namun, Masruroh memgaku tak akan melarang perempuan-perempuan yang ada di Muslimat untuk tidak memilih perempuan menjadi pemimpin Jatim ke depan.
"Perempuan itu bisa menjadi pemimpin sesuai dengan situasi dan kondisinya," tuturnya.
Anggota DPRD Jawa Timur dari FKB menyerahkan sepenuhnya pada hati nurani semua perempuan yang ada di Muslimat. "Saya tidak bisa memaksa ketika ada kader perempuan maju harus dipilih. Tapi jika kader ada yanga maju semua mendukung dan menyukseskannya,"
tandasnya.
Sementara itu hal senada juga dikatakan oleh Plt PP Muslimat NU Mahfudloh Ali Ubaid juga meminta kepada anggota Muslimat se- Jatim untuk mendukung kadernya maju sebagai pemimpin.
"Kita dukung kader Muslimat untuk menjadi pemimpin agar masyarakat Jatim sejahtera," pungkasnya.
Dalam acara Muslimat NU ini dihadiri oleh Ketua PBNU Hasjim Muzadi dan kakaknya KH Muchid Muzadi serta FKB DPR RI Taufiqurrahman Saleh. Dalam pemilihan yang akan digelar 23 Juli ini, Khofifah yang didampingi Brigjend (Purn) Mudjiono itu dicalonkan 12 partai. (gik/gik)










































