Peristiwa kekerasan bermula saat Ratu pulang kerja hingga pukul 22.00 WIB. Padahal, malam itu 2 anaknya yang ditunggui sang suami terus merengek ingin ketemu ibunya. Begitu sang istri datang, bukannya sambutan yang diberikan Raja, melainkan pertanyaan bertubi-tubi tentang keterlambatannya hingga pulang larut malam.
Karena capek, Ratu tidak begitu menghiraukan pertanyaan sanga Raja. "Masih banyak kerjaan tadi di toko, saya lembur biar tidak numpuk," kata Ratu.
Karena tidak puas jawaban yang diberikan sang istri, akhirinya kedua pasangan muda ini terlibat adu mulut. Tidak bisa menahan emosi yang sudah dipendam, Raja langsung menghajar muka istrinya dengan tangan kosong. Karena istrinya melawan, Raja pun mengambil helm, dan kembali menghajar Ratu berulangkali. Tanpa disadari, gigi Ratu copot dan mulutnya mengeluarkan darah segar.
Tidak terima dengan perlakuan kasar sang suami, Ratu pun langsung meninggalkan anak dan suaminya untuk pulang ke rumah orangtuannya, dan melaporkan keajdian ini ke polisi.
"Saya gak terima perlakuan suamiku, masak pukul istrinya kayak pukul Anjing," jelas Ratu saat dimintai keterangan di ruangan unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), Jumat (25/4/2008).
Sementara, Kanit PPA Ipda Kurniawati Dewi Lestari membenarkan ada tindak kekerasan yang terjadi pada korban yang dilakukan oleh sang suami. "Kami telah periksa, gigitnya copot akibat benturan benda keras," papar Kurniawati.
(bdh/bdh)











































