Mayat Irwan yang ditemukan Sabtu (19/4/2008) lalu, sebagai Mr X dan mati karena kelaparan. Pembongkaran mayat Irwan yang dimakamkan di Pemakaman Dempul, Kompleks Pondok Pesantren Lirboyo tersebut memakan waktu lebih dari 2 jam.
"Berdasarkan persetujuan keluarga, kami lakukan pembongkaran makam ini. Hasilnya, terdapat luka-luka memar dan lebam bekas pukulan benda tumpul di sekujur tubuh korban," kata Kasat Reskrim Polresta Kediri, AKP David Subagio saat di lokasi, Rabu (23/4/2008).
Dari hasil otopsi ulang, Satreskrim Polresta Kediri segera menetapkan Andreas Joko Triono sebagai tersangka. Di adalah warga Jalan Slamet Riyadi No 71 Kota Kediri, yang telah menyiksa dan melempar korban dari atas truk.
"Semua unsur bukti telah lengkap, dan kami akan secepatnya menetapkannya sebagai tersangka," imbuhnya.
David menambahkan, setelah dibongkar ulang jasad Irwan Susanto akan dipindahkan ke Pemakaman Kelurahan Kaliombo, daerah asalnya.
Sementara secara terpisah Suwadi (55), ayah Irwan Susanto saat melihat proses pembongkaran makam anaknya terlihat menangis sesenggukan. Pria yang berprofesi sebagai sopir tersebut, tak mengira anaknya akan meninggal dengan cara dibunuh.
Suwadi mengaku menyerahkan sepenuhnya proses hukum atas pelaku pembunuhan terhadap anaknya.
"Semua terserah petugas, saya sudah pasrah Mas. Tapi kalau bisa dia diberikan hukuman yang setimpal dengan perbuatannya," kata Suwadi.
Sebelumnya, Irwan Susanto diidentifikasi sebagai Mr X dan mayatnya ditemukan di tepi jalan di Desa Kwadungan, Kecamatan Gampengrejo, Kabupaten Kediri. Irwan sebelumnya diduga meninggal akibat kelaparan setelah sebelumnya, selalu meminta makan ke warga sekitar lokasi dan tak ada yang bersedia memberinya. (fat/fat)










































