Menurut keterangan Udik Sukadani, salah seorang petugas Dinas Perhubungan yang berada di lokasi, saat pria tua itu diturunkan, langsung dibaringkan ke bangku yang ada di Dinas perhubungan. Bahkan, mata pria itu sesekali terbuka namun pandangannya kosong, sementara mulutnya menganga.
Sayangnya, saat petugas Dinas perhubungan berusaha mencari identitas korban, namun petugas tidak menjumpai satupun identitas di kantong celana pria ini. Kondektur bus yang saat itu ikut menurunkan kardus kecil milik korban juga hanya berisi kerupuk mentah dan petis. "Di kardus tersebut terdapat tulisan Pak Jaelani ke Bali. Mungkin tujuannya ke Bali," ujar Udik.
Setelah tidak mendapatkan identitas dari korban, kejadian itu kemudian dilaporkan ke Polsek Kalipuro yang tak jauh dari lokasi kejadian. Selanjutnya korban dilarikan ke RSUD Blambangan untuk dilakukan perawatan. "Kemungkinan memang korban kejahatan pembiusan, akhir-akhir ini memang sering terjadi," ungkap Aiptu Abdurahim salah angota Polsek Kalipuro.
Untuk mengetahui apakan pria tua ini sebagai korban pembiusan, petugas medis langsung mengeluarkan cairan dari lambung korban. Petugas medis masih belum menyimpulkan apakah benar pria itu dibius atau tidak. (bdh/bdh)










































