Dua orang yang mengalami luka dan bersimbah darah itu yakni, penjaga pintu perlintasan Kereta Api (KA) di kawasan Payaman, Kelurahan/Kecamatan Giri Banyuwangi, Abdul Haqqi (21) dan Buhari (45) warga Dusun Guwo Desa Grogol Kecamatan Giri.
"Kedua korban yang mengalami luka parah di bagian leher, tangan dan perut langsung dilarikan ke RSUD Blambangan untuk mendapat perawatan intensif," kata Kapolsek Giri AKP Wan Sutanto kepada detiksurabaya.com, Selasa (22/4/2008).
Dia menjelaskan, peristiwa pembacokan yang terjadi pada Senin malam itu secara tiba-tiba. Saat Haqqi sedang memandu kereta api (KA) tiba-tiba, pelaku yang sudah menenteng celurit langsung menebas tubuh korban. Sementara Buhari yang saat itu sedang asyik duduk juga turut menjadi korban.
Usai membabat kedua pelaku, kata Sutanto, pelaku langsung melarikan diri. warga yang mendengar teriakan korban langsung mengejar pelaku. Beberapa saat kemudian, pelaku berhasil diringkus saat bersembunyi di sebuah gubug persawahan.
"Pelaku ini oleh warga mengalami gangguan jiwa karena sering bertingkah aneh. Karena warga kesal dengan ulahnya, pelaku langsung dimassa dan mengalami luka," tambahnya.
Polisi sudah mengamankan barang bukti berupa sebuah clurit dan pengasah pisau. Selain itu dari pakaian tersangka di temukan SIM C atas nama tersangka yang masih berlaku sampai tahun 2010. Polisi menduga tersangka mengalami gangguan kejiwaan.
Sementara itu, pelaku yang sudah babak belur dan mengalami luka sekujur tubuh menjalani perawatan dengan tangan diborgol. Dari pantauan detiksurabaya.com, telinga pelaku keluar darah, tulang hidung patah, wajahnya babak belur dan bola mata kiri pelaku nyaris keluar dari kelopak matanya. (fat/fat)











































