Pengamatan detiksurabaya.com, beberapa warga setempat masih berada di bagian samping rumah yang ditinggali Masluchah, untuk bertakziah. Warga memilih menghindari para wartawan, saat hendak dikonfirmasi.
Aisyah merupakan anak dari pernikahan Agus dan Masluchah, yang tinggal di Jalan Brawijaya 179 atau Lingkungan Sinoman, Kelurahan Miji, Kecamatan Prajuritkulon.
"Informasi dari RSI Hasanah, anak itu meninggal akibat muntaber," kata Kepala Kelurahan Miji, MA Imron.
Tidak diketahui pasti, di mana anak itu dilahirkan. Hanya saja, Masluchah pindah dari Poso ke Mojokerto, sejak 31 Mei 2007 lalu. Sedang Aisyah lahir pada 17 Juli 2007. Kepindahan Masluchah ke Mojokerto tanpa diikuti Agus Purwantoro alias Agus Idrus.
Aisyah sudah dimakamkan sekitar pukul 15.00 WIB. Namun tidak dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kelurahan Miji, melainkan di TPU Prajuritkulon.
"Dimakamkan di Prajuritkulon, karena ada kerabat yang dimakamkan di situ. Dan warga juga tidak ada masalah," tambah Imron.
Dari catatan kependudukan di Kelurahan Miji, saat berada di Poso, Agus dan keluarganya tinggal di Jalan Pulau Kalimantan RT 05 RW 02, Desa Gebangrejo, Kecamatan Poso Kota.
"Tapi anak ini belum terdaftar di kartu keluarga," kata Imron menjelaskan.
Di dalam kartu keluarga, pasangan Agus dan Masluchah tercatat memiliki 6 anak, yaitu Ibrahim Burhanudin, lahir di Surabaya, 14 Desember 1994 lalu. Kemudian Hajar Al Masuddini, lahir di Surabaya, 13 Pebruari 1996. Sedang anak ketiga, Sarah Niswah Karimah, juga lahir di Surabaya, 11 Maret 1999.
Sementara anak keempat, Khadijah Mujahidah, lahir di Surabaya 13 Mei 2000. Anak ke-5 dan anak ke-6, tidak dilahirkan di Surabaya atau Mojokerto. Anak ke-5, yaitu Fatimah, lahir di Deleng, 16 Oktober 2003 dan Musa, lahir di Poso, 12 Desember 2005 silam. (gik/gik)











































