Prediksi jumlah Golput ini, lebih kecil dibandingkan golput PIlkada Kota Batu 2007 lalu, sebanyak 40 persen.
Potensi jumlah warga Kota Malang yang golput pada pemilihan Walikota Malang yang akan digelar 23 Juli 2008 ini, diperoleh dari hasil survei yang dilakukan Malang Corruption watch (MCW).
Survei tentang partisipasi masyarakat dalam pemilihan kepala daerah Kota Malang ini dilakukan pekan lalu. Dari sebanyak 200 responden, sebanyak 24 persen menyatakan tidak akan mencoblos dan 2 persen menyatakan abstain.
Survei dilangsungkan MCW bekerjasama dengan In-Trans Institue Kota Malang. Para responden diambil dengan metode acak klaster dari lima kecamatan yang ada di Kota Malang.
"Memang responden belum tentu mewakili seluruh pendapat warga Malang. Namun, hasil survei ini bisa menjadi acuan angka Golput di Pilkada mendatang," kata Koordinator Badan pekerja MCW, Lutfi J Kurniawan, Senin (21/4/2008).
Sedangkan, KPUD Kota Malang memprediksi jumlah Golput jauh lebih rendah dibandingkan hasil survei MCW. KPUD memperkirakan jumlah Golput hanya sekitar 84 ribu atau 15 persen, atau lebih rendah dibandingkan jumlah Golput pada Pemilu legislatif dan Pemilu presiden empat tahun lalu.
Menurut Ketua KPUD Kota Malang, Hendry prediksi ini didasarkan atas optimalnya pendataan pemilih di Kota Malang. KPUD mengerahkan petugas khusus yang mendata langsung dari rumah ke rumah.
"Dalam Pilkada ini ada dua pemilihan, yakni walikota dan gubernur Jawa Timur. Sehingga ini bisa menjadi daya tarik masyarakat untuk mencoblos," jelasnya.
Kini, KPUD Kota Malang giat melakukan sosialisasi kepada masyarakat pentingnya mencoblos. Kampanye dan sosialisasi Pilkada ini dilakukan di setiap keluarahan, mulai pekan depan.
(gik/gik)











































