Hari Kartini, Perawat RS Jember Berkebaya

Hari Kartini, Perawat RS Jember Berkebaya

- detikNews
Senin, 21 Apr 2008 15:11 WIB
Jember - Peringatan Hari Kartini pada 21 April diperingati warga Jember dengan kegiatan beraneka ragam. Misalnya, aktivis Kohati HMI memperingatinya dengan berdemo dan staf serta perawat RSUD dr Subandi melayani pasien dengan berkebaya.

Suasana dan pemandangan berbeda saat di RSUD dr Subandi. Perawat yang biasanya berseragam putih atau staf yang berpakaian dinas PNS berganti pakaian. Para perawat dan staf perempuan memakai kebaya saat melayani pasien.

Karena tak terbiasa memakai kebaya saat bekerja, pemandangan ini pun terlihat aneh dan lucu. Bahkan beberapa pegawai terlihat mengganti jarik yang dipakai dengan celana.

"Aduh panas tadi pakai, tetapi sekarang dicopot," kata petugas itu sambil tertawa, Senin (21/4/2008).

Sementara itu Humas dr Subandi, dr Nyoman Yuli mengaku peringatan Hari Kartini ini menunjukkan jasa-jasanya memperjuangkan kaum perempuan.

"Meskipun kami bekerja tetapi tidak melupakan kepahlawanannya yakni Kartini. Dengan semangat Kartini, terbukti jika perempuan bisa bekerja di sektor apa saja," kata Humas RSUD dr Subandi, dr Nyoman Yuli.

Sementara itu puluhan aktivis Kohati HMI Jember menggelar demo di bundaran DPRD Jember. Mereka berdemo menuntut perbaikan pendidikan di Kabupaten Jember dan pembebasan perempuan dari buta aksara.

"KDRT terjadi karena minimnya pendidikan di masyarakat. Oleh karena itu tingkatkan pendidikan terutama untuk perempuan dan hapuskan buta aksara di Kabupaten Jember," kata koordinator aksi, Anis.

Sedangkan para aktivis yang rata-rata perempuan itu menggunakan baju batik dengan membawa berbagai macam poster. Mereka juga menyanyikan lagu Serenada yang dipopulerkan Steven n Coconut Trees. Namun mereka mengganti lirik "Mengapa Harus Takut Pada Matahari" dengan lirik "Mengapa Harus Takut Pada Laki-Laki". (fat/fat)
Berita Terkait