Rumah yang terletak di Jalan Sultan Agung 59 Kota Blitar ini menjadi perhatian nasional karena tiba-tiba akan dijual oleh ahli warisnya. Nilainya disebut hingga Rp 50 miliar.
"Memang banyak pihak-pihak dari swasta yang menghubungi keluarga karena tertarik memiliki rumah tersebut," Kata Aryo Subaskoro anak dari Ny Khadariyah dan Soekojono (putera pertama pasangan Peoegoh Wardoyo dan Sukarmini) saat dihubungi, Minggu (20/4/2008).
Menurut cucu kakak kandung Bung Karno ini, penjualan Ndalem Gebang ini sudah memalui pembicaran yang diikuti oleh pihak ahli waris yang berjumlah sekitar 11 orang.
Kesemuanya merupakan cucu dari Peoegoh Wardoyo dan Sukarmini Wardoyo sebagai pemilik rumah bernilai sejarah tinggi itu. "Semua sepakat jika nanti Ndalem Gebang ini jadi dijual, maka pembelinya harus pemerintah agar kelestariannya tetap terjaga," terangya.
Selama ini, biaya perawatan rumah yang sudah menjadi situs sejarah tersebut, kata Aryo, yang membiayai adalah pihak keluarga. "Bagi pengunjung yang datang memang memberikan sumbangan secara sukarela. Tidak ada paksaan harus membayar," jelas dia yang mengaku sedang berada di Surabaya.
Sumbangan tersebut oleh pihak pengelola dipergunakan untuk membayar gaji petugas kebersihan dan kebutuhan lain. "Namun jika uang tersebut tak mencukupi kabutuhan lain dicukupi oleh keluarga," tambah dia.
Rumah yang ditinggali Bung Karno sebelum menjabat presiden itu terdiri dari 1 rumah besar serta 6 rumah kecil yang ada di dalam satu komplek.
Bangunan yang sempat direnovasi pada Mei tahun 1998 lalu, sekilas memang masih terlihat kokoh. Namun, pada beberapa bagian tembok serta warna catnya sudah mulai memudar. Barang-barang yang masih terisa saat ini merupakan saksi bisu dari keberadaan Soekarno di masa remaja, sebelum akhirnya melanjutkan studinya di Surabaya.
Meski tak ada bantuan dari pemerintah, beberapa barang mebeller serta lukisan dan sebuah mobil keluarga Sukarmini Wardoyo (kakak Soekarno) hingga kini masih tersimpan rapi. Sehingga tak ayal, jika banyak pihak swasta ingin memilikinya.
Foto: Suasana komplek Ndalem Gebang di Blitar/Gendut Anto (gik/gik)










































