Saat detiksurabaya.com tiba, rumah di Jalan Sultan Agung No 59 ini suasananya senyap. Tidak ada warga atau wisatawan yang datang berkunjung di rumah bersejarah tinggi itu.
Saat memasuki halaman rumah yang cukup luas, terlihat dua penjual mainan dan pedagang souvenir berjajar. Mereka menunggu pengunjung yang ingin melihat dari dekat rumah yang akan dijual Rp 50 miliar tersebut.
Ndalem Gebang dijaga oleh Arum (26). Juru kunci yang masih muda ini tak lain anak menantu dari cucu Sukoyono. Sukoyono adalah anak pertama dari 4 bersaudara dari Sukarmini Wardoyo (kakak Bung Karno) yang menjadi ahli waris dari rumah keluarga Soekarno.
Pada saat Bung Karno menjadi presiden dan meninggalkan kediamannya, rumah tersebut diberikan oleh kakak kandung Soekarno, Sukarmini Wardoyo. Kakak Soekarno yang memiliki 4 anak itu pun menjaga dan merawat rumah tersebut hingga sekarang.
Hingga beberapa tahun kemudian, pengelolaan dan perawatan rumah ditanggung oleh keluarga besar Sukarmini. "Tanpa campur tangan pihak pemerintah," kata Arum kepada detiksurabaya.com, Minggu (20/4/2008).
Karena besarnya biaya perawatan dan tanpa ada campur tangan dari pemerintah sepeserpun, kata Arum, mungkin akhirnya pihak keluarga memutuskan untuk menjual rumah yang hampir setiap bulan Juni ditempati untuk peringatan Haul Bung Karno ini.
Meski tidak tahu pasti biaya perawatan rumah setiap bulannya itu, Arum mengaku untuk merawat dan menjaga rumah itu hanya melibatkan keluarga tanpa ada orang lain.
"Bahkan keluarga tiap kali melakukan perawatan dan perbaikan, selalu ada urunan dari ahli waris yang merupakan anak Sukarmini Wardoyo," tegasnya.
Arum mengakui jika rumah tersebut kondisinya banyak yang rapuh dan usang. Wajar bila keluarga Sukarmini Wardoyo hendak menjual rumah keluarga Bung Karno. "Karena butuh biaya besar untuk perawatannya," kata Arum. (fat/gik)










































