Seperti dilansir website resmi pemkot Blitar, rumah ini sebenarnya milik Poegoeh Wardoyo suami dari Sukarmini, kakak kandung Bung Karno.
Selain ditempati oleh kedua orang tua Bung Karno, ditempat ini pula Sang Proklamator pernah tinggal ketika masa-masa remaja. Ndalem Gebang, setiap tahun diadakan acara Haul Bung Karno yang menyedot ribuan bahkan jutaan orang. Misalnya, puncak keramaian pengunjung terjadi pada bulan Juni 1998. Saat itu, haul Bung Karno ini dijadikan ajang dukungan kepada Megawati Sukarnoputri yang saat itu disimbolkan sebagai pemimpin wong cilik.
"Saya setiap Juni pasti ke Ndalem Gebang. Sebab biasanya selalu ada acara untuk mengenang Bung Karno," terang Agus (45), warga Kediri yang ditemui di Makam Bung Karno di Bendo Gerit Blitar, Minggu (20/4/2008). Agus adalah satu dari jutaan pecinta Bung Karno dengan ajaran Marhainnya. Dia khawatir jika Ndalem Gebang dijual, maka nilai-nilai sejarah milik Bung Karno akan hilang pula.
"Jangan dijual lah. Bagaimana pun pemerintah harus mempertahankan saksi sejarah penting. Bagaimanapun caranya tetap menjadi milik bangsa ini," pintanya.
Makam Bung Karno
Sementara makam Bung Karno terletak di Kelurahan Bendogerit, Kecamatan Sanan Wetan Kota Blitar. Makam Bung Karno, didampingi pada kiri kanan oleh Makam Ayahanda R. Soekeni Sosrodihardjo dan Makam Ibunda Ida Aju Njoman Rai.
Di dalam komplek, terdapat cungkup Makam Bung Karno berbentuk bangunan Joglo yang disebut Astono Mulyo. Di makam Bung Karno itu pula, Pemkot Blitar telah membangun perpustakaan bertaraf Internasional ini terletak di sebelah selatannya, tepatnya di Jalan Kalasan No 1 Blitar.
Perpustakaan Proklamator ini dikelola oleh Perpustakaan Nasional RI melalui UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno (PPBK) di Kota Blitar.
Di samping bangunan perpustakaan yang menjadi pusat studi ini, PPBK ini diisi dengan 2 karya seni, berupa Patung Bung Karno yang terletak di tengah gedung A lantai 1, serta dinding relief berisi perjalanan hidup Bung Karno yang membentang di pinggir kolam dari arah perpustakaan ke arah makam.
Relief itu bercerita tentang Bung Karno di masa muda, di masa perjuangan, serta di masa tuanya.
Foto: Ndalem Gebang/dokumentasi Pemkot Blitar (gik/gik)










































