"Mosok iyo dijual, siapa yang beli?" kata Sutjipto, Ketua DPP PDIP yang sekarang ini dicalonkan sebagai gubernur Jawa Timur balik bertanya saat dihubungi detiksurabaya.com, Minggu (20/4/2008).
Pak Tjip, panggilan kader PDIP gaek ini sangat tidak menyangka jika keluarga Bung Karno berniat menjualnya, apalagi alasan ekonomi dibalik rencana itu.
"Walaupun rumah itu bukan milik pribadi Bung Karno, semestinya dibicarakan dulu dengan putra-putrinya Bung Karno. Kasih mereka kesempatan dulu," jelas Pak Tjip.
Permintaan Pak Tjip ini dilandasi fakta bahwa rumah di Jalan Sultan Agung Blitar tersebut sudah ekat dengan nama Bung Karno.
"Seandainya dijual penjualan itu dibicarakan dengan putra-putri Bung Karno dulu lah," pinta Pak Tjip.
Seperti diberitakan, Retno Triani, cucu dari Soekarmini yang juga kakak Soekarno mengungkap keinginan menjual rumah di mana sang putra fajar itu tumbuh besar. Bisik-bisik harga yang ditawarkan cukup fantastis, Rp 50 miliar.
"Saya pribadi sangat khawatir sejarah Bung Karno bakal sirna jika rumah itu jatuh ke tangan orang lain," ujar Pak Tjip. (gik/gik)











































