Pasangan yang diusung PPP ini mengakui bahwa kedatangannya di makam proklamator ini tak lain menghormati jasa Bung Karno yang telah berjuang memerdekakan bangsa Indonesia.
"Kami kesini untuk ziarah meminta restu pada pendiri bangsa yang mendahulu kita," jelas Khofifah Indar Parawangsa pada detiksurabaya.com setelah melakukan doa di Pusara Bung Karno, Jumat (18/4/2008) sore.
Menurutnya selain untuk menjalin tata silaturahmi kebangsaan dalam bernegara dan berbangsa, ziarah yang dilakukan merupakan tatakrama nasional. "Sebelum melangkah menuju pencalonan gubernur, kami pamitan dulu kepada beliau yang lebih dulu meninggalkan kita," kata Ketua PP Muslimat NU ini.
Khofifah menilai bahwa jika mengingat pada perjalanan sejarah, maka masyarakat harusnya melihat bahwa Bung Karno adalah sosok yang strong comitment dan strong power leader.
"Mengaca pada kepemimpinannya maka sudah sewajarnya bila kita juga harus mampu menjadi seorang pemimpin yang tangguh baik bagi perempuan dan laki-laki," jelas dia.
Meski seorang perempuan, jika memimpin maka seharusnya juga mampu menunjukkan kemampuannya, jangan hanya lemah dan loyo, tambah Khofifah.
Foto: Khofifah Indar Parawansa didampingi wakilnya Brigjend (Purn) Mudjiono tabur bunga di Pusara Bung Karno./Gendut Anto
(gik/gik)











































