Awas Calo Tenaga Kerja di Blok Cepu!

Awas Calo Tenaga Kerja di Blok Cepu!

- detikNews
Kamis, 17 Apr 2008 17:37 WIB
Awas Calo Tenaga Kerja di Blok Cepu!
Bojonegoro - Menjelang pengembangan lapangan minyak Blok Cepu di Bojonegoro, melahirkan peluang lapangan kerja khususnya bagi penduduk lokal. Namun justru peluang ini dijadikan kesempatan bagi sejumlah oknum yang berkedok agen tenaga kerja untuk melancarkan aksi penipuan.

Modus penipuan yang sering dilakukan dengan cara mengaku sebagai karyawan Exxon Mobil atau perusahaan sub kontraktor yang bertugas melaksanakan program rekrutmen.

Untuk meyakinkan calon korban, mereka kerap membuat kepala surat berlogo ExxonMobil atau anak perusahaannya, Mobil Cepu Ltd (MCL).

Informasi yang diterima detiksurabaya.com, sebuah perusahaan katering tertipu calo sebesar Rp 370 juta dengan janji palsu menjadi rekanan penyedia makanan dan minuman bagi karyawan MCL. Beberapa lainnya termakan rayuan calo untuk direkrut sebagai tenaga keamanan (security) dengan uang pelicin antara Rp 10-20 juta.

"Ada anggota polisi yang ngaku bisa merekrut saya sebagai satpam MCL dengan biaya Rp 13 juta. Ya saya keberatan, kalau hanya Rp 6 juta saya mau. Tapi polisi tersebut menolaknya," ujar Agung Priyambodo, warga Desa Trucuk, Kecamatan Trucuk, Bojonegoro yang pernah menjadi anggota Satpol PP Pemkab Bojonegoro, Kamis (17/4/2008).

Disisi lain, Public Affair Exploration Manager MCL, Vasta Charmindra Choesin mengakui banyak menerima keluhan dan pengaduan adanya calo tenaga kerja yang menebar iming-iming pekerjaan di MCL maupun Exxon Mobil dengan sejumlah uang pelicin. Namun, dalam program rekrutmen tenaga kerja formasi apapun MCL tidak pernah memungut biaya.

"Kami menerima laporan dari perusahaan katering yang terlanjur membayar Rp 370 juta pada seorang oknum. Jelas itu bukan program rekrutmen MCL, sebab kami tidak pernah meminta biaya administrasi sepeserpun pada para calon karyawan," kata Vasta saat dihubungi detiksurabaya.com.

Ditambahkan Vasta, MCL selalu melaksanakan lelang terbuka dalam menjaring perusahaan sub kontraktor untuk jenis pekerjaan apapun. Begitu juga dalam program rekrutmen tenaga kerja, MCL memasang iklan pengumuman di media massa nasional maupun lokal agar tidak dituding melakukan rekrutmen secara terselubung.

"Kami tidak pernah melakukan perekrutan melalui 'pintu belakang'. Selain sosialisasi dan mengumumkan di media, kami juga bekerja-sama dengan Pemkab Bojonegoro dalam merekrut tenaga kerja lokal," jelas Vasta Charmindra Choesin.

Dalam pengembangan beberapa sumur Blok Cepu, MCL akan merekrut lebih 1.000 orang tenaga kerja. Yaitu untuk melaksanakan proyek pembangunan infrastruktur lapangan minyak, seperti pembuatan tapak sumur dan jalur pipa.

Namun mereka hanya tenaga kontrak yang sifatnya sementara. Setelah memasuki tahap operasi produksi akan dilakukan pengurangan karyawan tinggal sekitar 200 orang.

Foto: Seorang warga sedang mengumpulkan kayu untuk bahan bakar memasak di sekitar Sumur Minyak Banyu Urip di Desa Mojodelik Kecamatan Ngasem Kabupaten Bojonegoro. Rendahnya pendidikan dan taraf ekonomi warga Blok Cepu menjadi sasaran bujuk rayu para makelar tanah atau tenaga kerja. Foto diambil tanggal 8/3/2006 lalu./Budi Sugiharto (bdh/bdh)
Berita Terkait