25 Peserta Diklat Dinas Sosial Blitar Keracunan

25 Peserta Diklat Dinas Sosial Blitar Keracunan

- detikNews
Rabu, 16 Apr 2008 19:37 WIB
Blitar - 25 peserta diklat di Panti Sosial Bina Remaja (PSBR) Dinas Sosial Provinsi Jatim di Blitar dilarikan ke Puskesmas Sanan Wetan, Rabu (16/4/2008).

Mereka diduga keracunan setelah menyantap makan siang dengan menu sayur asem dengan lauk ikan pindang. Setelah satu jam menyantap makan siang pada pukul 14.00 WIB tersebut banyak perserta diklat yang mengeluh sakit perut dan merasa mual.

Karena banyaknya yang mengeluh sakit perut membuat peserta lainnya kalang kabut. Apalagi para peserta  eks Karesidenan Kediri yakni Kediri, Tulungagung, Trenggalek serta Blitar berlarian menuju kamar kecil.

Banyaknya peserta mengalami hal yang sama, panitia kemudian membawa ke Puskesmas Sanan Wetan yang jaraknya berdekatan dengan Panti Sosial Bina Remaja (PSBR) Dinas Sosial Provinsi Jatim. Korban keracunan  terdiri dari 9 putra dan 16 putri dengan usia antara 16-21 tahun.

Juwariyah (16) peserta diklat asal Sendang Kabupaten Tulungagung menuturkan setelah satu jam dari makan siang, dirinya merasakan perutnya mulas dan mual. Saat itu dirinya langsung berlari menuju kamar kecil.

"Kepala saya pusing, perut saya mulas dan terasa ingin muntah," terangnya kepada wartawan.

Dedi (18) peserta asal Blitar mengungkapkan hal senada. Setelah mengikuti pelatihan otomotif dilanjutkan dengan makan siang. Dia sendiri tidak tahu dari menu makan siang yang disantapnya. "Tapi satu jam kemudian saya merasa mual dan mulas dan itu ternyata dialami teman-teman yang lain," ujarnya.

Sementara itu Kepala PSBR Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, Dwi Endang Rijanti membenarkan peristiwa tersebut. Namun menurutnya menu makan siang yang disajikan tidak ada yang aneh baik dari rasa mau baunya. Dia mengaku kaget dengan peristiwa tersebut. Dwi menduga peserta mengalami mual dan mulas dari salah satu menu yang disantap.

"Menu itu dimasak oleh juru masak panti yang bertahun-tahun bekerja untuk panti. Tidak ada yang aneh dari makanan itu," kata Dwi.

Sampel makanan tersebut mereka kirim ke Laboratorium Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur di Surabaya agar semuanya jelas. "Tidak ada unsur kesengajaan dalam peristiwa ini. kami bertanggung jawab untuk mengobati peserta hingga sembuh dan mengabarkan kondisi tersebut kepada keluarga masing-masing," tandasnya.
(fat/fat)
Berita Terkait