Siswa SD Hamil Setelah Digagahi Sepupu di Kebun Tebu

Siswa SD Hamil Setelah Digagahi Sepupu di Kebun Tebu

- detikNews
Rabu, 16 Apr 2008 18:04 WIB
Malang - Masa depan Mawar (14), sebut saja begitu, gadis asal Dusun Jebul, Desa/Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang untuk melanjutkan pendidikan hancur total. Karena perut siswa kelas VI SD ini semakin membuncit setelah disetubuhi oleh sepupunya sebanyak empat kali.

Dengan didampingi kaur pemerintahan setempat, Masinem ibu Mawar mendatangi Mapolsek Bantur guna melaporkan kebiadaban Hari (30), sepupu korban, Rabu (16/4/2008).

Akibat keluguannya, gadis yatim ini ternyata memendam peristiwa pahit yang telah dialaminya selama 4 bulan karena terus dihantui ancaman dari sepupunya.

"Saya tahu baru kemarin, kok terlihat aneh dari fisiknya. Setelah saya tanya, ternyata pernah disetubuhi oleh Hari awal Januari lalu," ujar Masinem ketika mengantar Mawar ke RSUD Kanjuruhan di Jalan Panji Kepanjen Malang untuk memeriksakan diri.

Peristiwa kelam yang menimpa Mawar bermula saat korban yang tengah duduk termenung sendiri di rumah didatangi Hari dan mengajak korban untuk mengatar berbelanja ke pasar.

Namun, setelah melintas di areal kebun tebu, mendadak Hari menghentikan motornya serta memaksa korban turun. Selanjutnya, secara paksa ditambah ancaman dengan clurit, Hari dengan leluasa mengoyak mahkota korban di kebun tebu itu.

"Seingat saya pukul 6 sore Hari menjemput saya di rumah. Tapi setelah sampai di kebun tebu, dia (Hari, red) melucuti semua pakaian saya. Dia juga mengancam pakai clurit, " cerita Mawar yang kini tengah hamil 4 bulan sambil meneteskan air mata.

Tak berhenti sampai disitu, Hari ternyata kembali menyetubuhi Mawar. Bahkan, malam itu Mawarharus melayani nafsu bejat sepupunya hingga empat kali. "Saya diperkosa sampai empat kali di kebun tebu itu. selesai itu, Hari kembali mengantar saya pulang ke rumah," ungkap Mawar.

Sementara itu, setelah mendapat laporan dari ibu korban, Polsek Bantur langsung melakukan pengejaran terhadap Hari yang telah sebulan lamanya meninggalkan rumahnya.

"Pelaku masih kita buru, dia kini telah kabur meninggalkan anak serta istrinya. Hari sendiri adalah buron jajaran Pplsek Tirtoyudo juga karena kasus yang sama," kata Kapolsek Bantur AKP Azwandi saat mengantar korban menjalani visum di RSUD Kanjuruhan. (bdh/bdh)
Berita Terkait