Peristiwa itu pertama kali diketahui oleh ibu korban, Juminem (65). Saat itu janda tua yang tinggal serumah dengan korban baru saja pulang dari mushola. Namun saat hendak masuk ke rumah, pintu dalam kondisi terkunci.
Juminem berusaha memanggil korban, tapi anehnya tidak ada jawaban dari dalam rumah. Merasa curiga, Juminem pun nekat membuka paksa. Saat itulah diketahui tubuh korban sudah tergantung di kayu penyangga atap setinggi 3 meter. Tak kuasa menyaksikan pemandangan mengerikan, Juminem langsung menjerit histeris minta tolong.
"Kami bersama warga langsung menuju rumah korban dan langsung mengambil tangga untuk menurunkan jenazahnya," kata Wito (40), tetangga korban kepada detiksurabaya.com, Senin (14/4/2008).
Motif gantung diri itu sendiri, lanjut Wito, diduga karena bosan hidup sendiri dan belum menikah.
Sementara pihak keluarga juga menemukan secarik kertas berisi wasiat korban. Dalam pesan tertulis yang ditempel di dinding kamar, korban berpesan pada keluarga agar menagih piutang yang dibawa beberapa teman dekatnya. Dia juga wanti-wanti agar sang ibu tetap dirawat dengan baik.
"Saya tidak mengira sama sekali karena sebelumnya dia tidak ngomong apa-apa. Dia itu orangnya baik," ungkap Juminem sambil berderai air mata.
Sedangkan polisi dari Polsek Pacitan telah melakukan olah TKP dan membawa korban ke RSUD setempat untuk divisum. Hasilnya diketahui, peristiwa tersebut murni bunuh diri. Sesuai permintaan keluarga jenazah akan langsung dimakamkan di TPU Kucur, Sidoharjo, Pacitan.
"Memang tidak ada tanda-tanda penganiayaan tetapi sesuai prosedur kasus ini tetap akan kita kembangkan," terang Kapolsekta Pacitan, AKP Suharsono dihubungi detiksurabaya.com melalui telepon selulernya. (fat/fat)











































