Informasi yang berhasil digali detiksurabaya.com di TKP menyebutkan, korban Hadi Wahono selama ini sering dilihat datang ke eks Lokalisasi Weru dan langsung bertemu dengan pelaku.
Korban sendiri dikenal pendiam dan tidak banyak tingkah. Jika mendatangi Umi, korban hanya minum dan langsung masuk kamar bersama Umi.
"Kalau datang ya langsung minum, terus kalau pengen kencan ya langsung masuk kamar," kata salah satu PSK eks Lokalisasi Weru, Pujiastutik (33) saat ditemui detiksurabaya.com di lokalisasi, Sabtu (12/4/2008).
Pujiastutik juga mengaku jika pernah berkencan dengan korban. Kadangkala korban sangat pendiam dan terkadang permintaannya aneh-aneh.
"Mungkin karena permintaan aneh itu, yang membuat dia dibunuh oleh Umi," katanya.
Sementara itu germo dari tempat Umi Nasofah, Juli membenarkan jika anak buahnya tertutup setiap ada masalah yang dimilikinya. Bahkan meski sudah hampir 2 bulan menjadi anak buahnya, dia tak mengetahui asal-usul Umi Nasofah.
"Dia baru 2 bekerja dengan saya. Yang saya tahu dia itu pindahan dari Bolodewo. Saat datang pertama dulu, dia diterima di tempatnya Mbok Nem, lalu ke tempat saya," kata Juli.
Bahkan, jelas dia, antar PSK si Umi tak pernah curhat. Namun Umi lebih senang curhat dengan germonya. Dan Umi merupakan orang yang banyak pelanggannya karena wajahnya baru dan tipe penurut.
Sementara pantauan detiksurabaya.com di lokasi menunjukkan, hingga sore ini kamar wisma berukuran 4X6 meter tempat terjadinya pembunuhan telah di beri garis police line. Beberapa petugas masih tampak melakukan pemeriksaan terhadap beberapa saksi. (fat/fat)











































