Petugas Pemantau Gunung Kelud di Pos Pantau Margomulyo, Khoirul Huda menyebutkan, dalam dua bulan terakhir sama sekali tidak terjadi penambahan ukuran anak Gunung Kelud.
"Tingginya masih 250 meter, dan diameternya perkiraan juga masih tetap 400 meter," katanya saat dikonfirmasi detiksurabaya.com, Jumat (11/4/2008).
Khoirul Huda menjelaskan, data yang tercatat di seismograf dalam satu hari maksimal hanya menunjukkan 7 kali gempa hembusan. Jumlah ini berbeda jauh saat anak Gunung Kelud dinyatakan dalam masa pertumbuhan dua bulan yang lalu.
"Dulu kan dalam satu hari bisa lebih dari 1.000 kali gempa hembusan, saat ini paling banyak hanya 7 kali," lanjutnya.
Selain gempa hembusan yang sangat sedikit, aktivitas di anak Gunung Kelud saat ini juga tak tampak lagi adanya guguran lava pijar. Yang tampak masih keluar dari tubuh anak Gunung Kelud hanya asap putih tipis.
Dengan kondisi yang mengalami penurunan aktivitas tersebut, kata dia, kemungkinan besar akan dilakukan penurunan status pada Gunung Kelud, dari waspada ke aktif normal.
"Tapi prosedurnya harus ada survei evaluasi, baru kemungkinan akan diturunkan. Kemarin saya sudah naik dan melakukan evaluasi, hasilnya saat ini sudah saya kirimkan ke Bandung (kantor PVMBG)," ujarnya.
Secara terpisah Kabag Humas Pemkab Kediri, Sigit Raharjo saat dihubungi menjelaskan terkait aktivitas yang turun dan kemungkinan akan membuka objek wisata Gunung Kelud untuk umum mengaku masih harus berkoordinasi dengan PVMBG Bandung.
"Hingga saat ini kami belum menerima adanya surat keputusan penurunan aktivitas, jadi kami juga belum membukanya untuk umum. Saat ini status Gunung Kelud tetap waspada, yang berarti radius 1,5 Km tidak boleh ada aktifitas," tegas Sigit.
Sigit menambahkan, demi menjaga radius 1,5 Km benar-benar seteril dari aktivitas warga, bahkan saat ini pihaknya telah memasang pagar besi permanen di tengah akses jalan menuju puncak Gunung Kelud. (fat/fat)











































