Ketika tiba di LP, beberapa saat setelah pintu mobil Kejari Tanjung Perak dibuka, seorang petugas Kejati muncul dengan diikuti oleh Mahmud, menyusul kemudian Madini. Ketika ditanya sejumlah wartawan, keduanya yang memakai baju putih tersebut hanya tersenyum dan tidak menjawab pertanyaan wartawan. Keduanya langsung digiring ke pintu masuk ruangan LP dan polisi langsung menutup pintu masuk tersebut.
Keluarga dan kolega Madini dan Mahmud nampak berdatangan sebelum rombongan tersebut tiba di LP Jember. Nampak anak perempuan Mahmud, Eni H dan beberapa kolega Madini seperti beberapa anggota DPRD Jember, dan pengurus Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU).
Terkait penahanan ayahnya, Eny mengaku hal tersebut merupakan resiko dari sebuah jabatan politis. "Keluarga jelas shock. Tetapi ini resiko jabatan," kata Eny.
Sementara, salah seorang anggota DPRD Jember Hawari Hamim dan Ketua PKNU Jember Lutfi Baihaqie nampak menangis tersedu-sedu melihat Madini dimasukkan ke LP. Beberapa orang nampak menghibur keduanya agar berhenti menangis.
Sementara itu, Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Jember M Basyar Rifai, hanya berkomentar jika keduanya ditahan dalam dua kasus. "Madini untuk kasus bantuan hukum dan sisa operasional DPRD, sedangkan Mahmud untuk sisa operasional DPRD," ungkap Basyar.
Penahanan yang cukup dramatis di malam Jum'at. Pasalnya Madini merupakan salah seorang gus (anak kiai, red) yang mempunyai pondok pesantren. Di saat santrinya menggelar pembacaan yasin, sang gus harus mendekam di tahanan. (bdh/bdh)










































