Bocah yang jebolan SD bernama Prapanca (16) waga Dusun Boro, Kelurahan Pojok, Mojoroto, Kediri ini ditemukan tergantung oleh ibunya yang akrab dipanggil Mak Ti pukul 11.30 WIB, Kamis (10/4/2008).
Penemuan korban bermula dari kecurigaan Mak Ti yang hingga siang, korban tak kunjung pulang dari tugasnya membersihkan pekarangan milik keluarganya. Dari kecurigaan tersebut, Mak Ti langsung mencari dan menemukan korban sudah tewas tergantung dengan mengenakan topi warna hijau.
"Tadi saya dengar ibunya langsung berteriak, saya pikir terkena apa. Tapi pas saya datang bersama warga, ibunya sudah histeris," kata salah satu warga, Endang (27) pemilik warung yang berlokasi di depan pekarangan tempat gantung diri kepada wartawan.
Mengetahui kejadian tersebut, warga langsung melaporkan ke Polsek Mojoroto dan melakukan olah TKP. Hasilnya, petugas tidak menemukan adanya tanda-tanda penganiyaan pada tubuh korban. Petugas hanya menemukan seutas tali tambang warna biru yang digunakan untuk gantung diri.
"Murni gantung diri, tak ada tanda-tanda penganiyaan. Perkiraan korban mati belum genap satu jam, karena masih tubuhnya masih hangat," kata Wakapolsek Mojoroto Iptu Priono yang langsung memimpin jalanya olah TKP.
Namun keluarga korban enggan melakukan otopsi. Meski begitu polisi tak bisa menghalangi. Apalagi hasil olah TKP kami tidak temukan adanya tanda-tanda yang ganjil.
Sementara secara terpisah, keterangan yang berhasil digali detiksurabaya.com dari beberapa tetangga korban menyebutkan, kemungkinan korban nekat gantung diri setelah tak tahan dengan sikap orang tuanya, terutama ayahnya Mulyono (55) yang terlalu disiplin.
"Hampir setiap hari Mas anak itu dimarahi, padahal anaknya rajin. Terakhir saya dengar dia dimarahi kemarin sore dan tadi pagi," kata Sutaji (56), salah satu tetangga korban.
Beberapa tetangga lain bahkan menduga korban nekat gantung diri karena tak kuat menahan beban mental setelah tak lagi diberikan kesempatan sekolah, dan hanya lulus SD.
"Anaknya seringkali murung, setiap hari hanya bersih-bersih pekarangan miliknya, sementara teman-teman lainnya bersekolah," kata salah satu tetangga korban yang enggan disebutkan namanya.
Saat ini para kerabat dan tetangga korban tengah bersiap melakukan pemakaman di TPU Kelurahan setempat. (fat/fat)










































