Gadis Bau Kencur Raib, Diduga Dijual ke Malaysia

Gadis Bau Kencur Raib, Diduga Dijual ke Malaysia

- detikNews
Kamis, 10 Apr 2008 10:05 WIB
Jember - Keluarga Toliban alias P Misyani (50) warga Dusun Peji Talang, Desa Kedawung, Kecamatan Mumbulsari Kabupaten Jember dirundung duka. Sudah dua tahun, anak gadisnya menghilang.

Saye (13), putri nomor tiga pasangan suami istri Toliban dan Yamik ini diduga telah menjadi korban perdagangan orang (Trafficking).

Informasi yang diperoleh dari keluarganya, sebelum hilang pada tahun 2006 lalu, Saye sempat bekerja di toko Bu Rodiah Desa/Kecamatan Mumbulsari. Di tempat itu, sebagai pelayan toko.

Meski, bayaran yang diterima pas-pasan, namun hal itu tak membuat Saye mengeluh.
Remaja yang hanya protolan SD kelas tiga ini, menuju tempat kerjanya naik sepeda onthel.
 
Hilangnya Saye berawal sekitar bulan Maret 2006 lalu, ada seorang tetangganya, Ismail alias Pak Nur Mail  datang menawarkan pekerjaan untuk Saye. Pekerjaan yang ditawarkan kepada keluarga ini, cukup menjanjikan. Jika bersedia berangkat, korban akan mendapat upah Rp 1,5 juta perbulannya.

Korban dijanjikan bekerja di Malaysia. Tentunya, nominal uang sebesar itu bagi orang desa sangat tergiut. Orang yang berlagak dewa penolong itu, tak henti hentinya mendatangi rumah keluarga korban.

Dengan jurus bujuk rayunya, ternyata orangtua korban tak bergeming terhadap rayuan gombal itu apalagi memperbolehkan anaknya, Saye pergi.

"Saya didatangi pelaku, tidak hanya sekali dua kali. Maksud pelaku datang ke rumah, agar Saye diperbolehkan kerja di Malaysia. Tapi, rayuan itu saya tolak," ujar Toliban saat ditemui detiksurabaya.com, Kamis (10/4/2008).

Ternyata, pelaku kata Tolibab tak menyerah. Justru pelaku terus melakukan gerilya agar keinginannya berjalan mulus. Setelah  orangtua gagal dirayu, jurus pelaku selanjutnya mengarah kepada Saye.

Tampaknya, jurus yang diterapkan pada Saye, berjalan mulus. Hati Saye luluh juga. Ketika Saye berada di tempat kerjanya, oleh pelaku langsung dijemput. Saye tidak dibawa pulang ke rumah orangtuanya, tapi disembunyikan pelaku disuatu tempat tertentu.

"Dia dirayu akan diajak ke rumah kakaknya di kawasan Maesan. Namanya, masih anak anak, Saye mengikuti saja ajakan itu. Lalu, beberapa hari kemudian saya tanyakan kepada kakaknya," imbuhnya.

Hasil keterangan Kakaknya Suryani di Maesan sungguh mengejutkan, Saye memang sempat ada di rumahnya. Tapi, hanya 30 menit setelah itu pergi bersama P Nur Mail.

"Sejak itu kami sekeluarga tidak tahu di mana keberadaan Saye," tuturnya dengan suara lirih. Untuk memastikan keberadaan Saye, Toliban sempat bertanya kepada Pak Nur
Mail. Namun dari jawaban P Nur Mail tidak mengenakan.

"Masak saya disuruh menyediakan dana untuk biaya pencarian Saye. Uang dari mana, apalagi P Nur Mail yang membawa," katanya.

Karena tidak mempunyai uang, Toliban tidak bisa memenuhi permintaan Nur Mail. Akibatnya hingga sata ini anaknya masih raib dan tidak diketahui rimbanya. Saat ini, Toliban hanya berharap anaknya segera diketemukan dan kembali pulang ke rumahnya. (gik/gik)
Berita Terkait