Tiga bersaudara, Masrano (25) dan dua saudaranya, Asmono (24) dan Masroju (27) warga Desa Kolpo, Batang-Batang Sumenep ini tidak tahan mendengar gosip kakak iparnya berselingkuh dengan tetangganya.
Informasi yang dihimpun detiksurabaya.com, diduga Siti nekat melakukan perselingkuhan yang telah dibinanya selama satu tahun tersebut, karena tidak puas dengan pelayanan suaminya.
Siti mulai terlihat akrab dengan Wardi (27) saat sering berpapasan di jalan. Mereka pun akhirnya bertegur sapa dan sering berbincang-bincang. lambat laun cinta pun tumbuh di hati keduanya. Padahal Siti sudah dikaruniai satu anak yang masih duduk di TK nol besar dan pernikahannya sudah berjalan selama 8 tahun.
"Perselingkungan itu terjalin sejak setahun lalu dan mereka selalu bertemu saat suami Siti bekerja di ladang," kata salah satu tetangga dekat Siti, Ny Umi Kulsum (40) saat ditemui detiksurabaya.com di rumahnya, Desa Batuputih Laok, Rabu (9/4/2008).
Meski suaminya sudah mengetahui perselingkuhan itu, kata dia, mereka berusaha memperbaiki. Tapi Siti tetap saja menjalin hubungan dengan pria yang masih betah melajang tersebut.
Umi menjelaskan, bahkan kedua orang yang sedang dimabuk cinta tersebut melakukan pertemuan di salah satu rumah tetangga.
"Mungkin penganiayaan itu sebuah puncak dari kekesalan keluarganya. Makanya, mereka menganiaya Wardi," tambahnya.
Sejak berhubungan dengan Wardi, Siti sering lupa anak dan suaminya. Siti pun jarang bersama dengan keluarganya.
Sebelumnya, merasa kehormatan keluarga diinjak-injak, tiga bersaudara nekat menghajar Wardi (27) hingga nyaris tewas. Korban yang diketahui warga Desa Batuputih Laok, Kecamatan Batuputih, Sumenep dihajar di dekat Polsek Manding. Mereka adalah Masrano (25) dan dua saudaranya, Asmono (24) dan Masroju (27) warga Desa Kolpo, Batang-Batang Sumenep. (fat/fat)











































