SAR sempat terjebak lahar dingin saat hendak mengevakuasi kerangka tersebut. Untuk menuju lokasi penemuan kerangka mayat, tim SAR Kabupaten Lumajang harus menempuh perjalanan dengan berjalan kaki sejauh 6 kilometer selama 2 jam.
Selain medan menuju lokasi penemuan kerangka sulit, tim SAR bersama rombongan wartawan juga diguyur hujan. Bahkan tim rombongan sempat terjebak lahar dingin Semeru. Beruntung mereka segera lari dan menyelamatkan diri.
"Saat ditemukan, tengkorak telah dalam kondisi tinggal tulang belulang," kata Mislan warga Sumber Mujur pada wartawan di lokasi penemuan, Selasa (8/4/2008).
Penemuan kerangka manusia tersebut menurut Mislan berawal saat dirinya mencari bunga anggrek. Saat hendak mencari anggrek, tiba-tiba saja ia melihat kerangka manusia di tepi sungai. "Melihat hal tersebut saya langsung melaporkannya ke aparat setempat," ungkapnya.
Begitu mendapat laporan, tim SAR langsung melakukan pencarian. Setelah 2 jam berjalan akhirnya tim SAR menemukan kerangka itu di tepi Sungai Besuk Supit yang berada di ketinggian 1.575 meter di atas permukaan laut.
Sementara itu, Sugiono komandan Sarkab Lumajang menuturkan, dalam penemuan itu tim SAR sama sekali tidak menemukan identitas mayat itu. "Ada jaket, namun tergerus banjir lahar dingin. Korban diduga kuat pendaki laki-laki dan telah tewas tiga bulan lalu," tuturnya.
Kemungkinan korban tewas akibat terperosok jurang lalu terseret arus banjir lahar dingin ini berdasarkan tempurung kepala yang pecah dan daging yang masih tersisa di tumit. (bdh/bdh)










































