Korban yang menjadi karyawan PT Gudang Garam (GG) bagian SKM itu nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. Rupanya, tubuh pria dengan 3 anak tersebut pertama kali ditemukan oleh Muhammad Zaini (25) tetangganya saat hendak berangkat bekerja pukul 08.30 WIB.
"Saya melintas di pekarangan itu ya seperti biasa mau berangkat kerja. Saya lihat dari belakang awalnya saya kira orang gila, eh nggak tahunya Pak Suparno," kata Muhammad Zaini kepada wartawan saat di lokasi, Selasa (8/4/2008).
Begitu menemukan jasad tetangganya tergantung di pohon mangga, Muhammad Zaini langsung melaporkan ke keluarga korban dan perangkat desa setempat dan melapor ke Polsek Banyakan.
Petugas kepolisian langsung ke lokasi dan melakukan olah TKP. Hasilnya tidak ditemukan adanya tanda-tanda penganiayaan pada tubuh korban. Petugas hanya menemukan barang bukti berupa tali kawat telepon sepanjang 3 meter yang digunakan untuk gantung diri dan sebuah gentong yang digunakan untuk panjatan korban.
Secara terpisah, istri korban Warsini (39) mengaku sudah merasa curiga dengan tingkah laku suaminya sejak Senin malam kemarin. Saat itu, Suparno mendapat shift malam di tempat kerjanya. Sejak pukul 08.00 WIB korban telah pamit berangkat kerja, padahal seharusnya berangkat pada pukul 10.00 WIB.
"Bapak itu mesti sakit masih masuk kerja, tapi semalam sejak jam 8 sudah berangkat. Ketika saya tanya nggak jawab dan langsung pergi, saya pikir juga kerja," kata Suwarni yang juga tercatat sebagai karyawan PT GG bagian giling.
Informasi lain yang berhasil digali detiksurabaya.com di lokasi menyebutkan, korban telah lama menderita stroke dan tak kunjung sembuh. Dalam beberapa bulan terakhir, korban terlihat sering murung akibat keluarganya mulai putus asa mengobatkan sakit stroke yang dideritanya.
"Katanya sih keluarganya sudah nggak bisa lagi, bertahun-tahun nggak sembuh," kata Sulistyono, tetangga korban.
Sementara Kapolsek Banyakan AKP Rohmad saat dikonfirmasi mengaku belum bisa memastikan kematian korban sebelum melakukan penyelidikan lebih lanjut.
"Sementara dugaan korban gantung diri karena sakit stroke. Untuk motif lain kita masih akan lakukan penyelidikan," kata Rohmad saat ditemui di ruang kerjanya.
Jasad korban sendiri setelah dievakuasi, langsung dimandikan dan disalati. Dan langsung dimakamkan di TPU Desa Maron diiringi ratusan pelayat yang merupakan rekan kerjanya di PT GG. (fat/fat)











































