Penyelidikan diawali dengan meminta keterangan 3 orang yang diduga terlibat jaringan spekulan. Yaitu Jailani dan Mundir, keduanya staf pejabat pembuat akta tanah (PPAT) Kantor Kecamatan Ngasem. Serta M Ircham, Kades Ngasem, Kecamatan Ngasem.
"Mereka baru kami mintai keterangan terkait laporan mengenai keterlibatan aparat pemerintah dalam jaringan spekulan tanah Alastuwo Barat. Tapi mereka belum ditetapkan sebagai tersangka," jelas Kasubag Binamitra Polwil Bojonegoro, Kompol Dody Eko Widjoyanto pada detiksurabaya.com, Senin (7/4/2008).
Jailani, Mundir dan Ircham diindikasi merekayasa negosiai jual beli lahan antara warga dengan Mobil Cepu Limited (MCL), anak perusahaan ExxonMobil Oil Indonesia (EMOI). Sementara MCL membayar Rp 50.000 per meter persegi, namun warga hanya menerima antara Rp 8.000-24.000 per meter persegi.
"Hasil konfirmasi data tadi masih harus dilengkapi dengan keterangan beberapa pihak lain, termasuk para warga pemilik lahan itu sendiri. Kami menjunjung tinggi presumption of innocent (azas praduga tak bersalah), jadi tidak begitu saja menetapkan mereka sebagai tersangka," tambah Dody.
Polwil Bojonegoro telah membentuk tim khusus yang dipimpin oleh AKP Agus Wahono untuk menangani kasus sindikasi spekulan lahan Alastuwo Barat maupun beberapa sumur minyak lain dalam wilayah proyek tambang minyak Blok Cepu. Hanya, sejauh ini Polwil belum menemukan fakta hukum sebagai dasar jerat pidana atas pelaku.
"Timnya AKP Agus mendapati nama David Hidayat, warga Semarang tapi punya KTP Ngasem. Ada lagi namanya Wibowo Halim, juga orang Semarang tapi mendadak punya lahan di Alastuwo Barat yang ikut dibebaskan oleh MCL. Nah, ketiga orang ini pasti tahu kaitannya," terang Kompol Dody.
Seperti diberitakan detiksurabaya.com, Rabu (5/3/2008), Ketua LSM Pijak Kecamatan Ngasem, Munawar Cholil melaporkan pada Polda Jatim dan Polwil Bojonegoro tentang keterlibatan sejumlah oknum aparat Pemkab Bojonegoro yang ikut "bermain" dalam proses negosiasi pembebasan lahan Blok Cepu.
Foto: Seorang warga mencari kayu di depan lokasi sumur minyak Banyu Urip di Desa Mojodelik Ngasem Bojonegoro. Warga sekitar Blok Cepu berharap kehidupannya bisa menjadi lebih baik dengan diproduksinya minyak dari daerahnya. Foto diambil pada 8/3/2006/Budi Sugiharto (bdh/bdh)










































