Diduga Sering Memeras, Mantan Kades & Anak Dibantai

Diduga Sering Memeras, Mantan Kades & Anak Dibantai

- detikNews
Senin, 07 Apr 2008 15:06 WIB
Sumenep - Mantan Kepala Desa Tanjung Keok, Kecamatan Sapeken, Sumenep, Madura Majeni (62) dan putranya Hamid (40) tewas dibantai massa, Senin (7/4/2008). Pembantaian ini diduga, korban melakukan pemerasan terhadap para nelayan.

Informasi yang berhasil dihimpun detiksurabaya.com, akibat bacokan senjata tajam, kondisi tubuh korban sangat mengenaskan.

Emosi massa hingga membantai mantan kepala desa dan putranya itu, karena korban diduga melakukan pemerasan kepada warga nelayan yang mempunyai kasus dengan pihak satpolair setempat. Namun versi lain juga mengatakan, jika pelaku sering bermasalah dengan warga setelah tidak menjabat kepala desa.

Salah seorang tokoh masyarakat setempat, Ustad Dailami mengatakan, awal mula emosi massa karena korban akan mengambil sepetak tanah yang sudah dijual kepada warga serta sering membuat masalah ditengah kehidupan masyarakat.

"Aksi pembantaian yang dilakukan warga itu merupakan klimaks dari semua persoalan yang selama ini menimpa warga. Tapi, saya tidak enak kalau bercerita tentang perilaku korban yang selama ini sering menindas warga," ujar Jailani saat dihubungi detiksurabaya.com.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Sumenep AKP Mualimin membenarkan adanya pembantaian hingga menewaskan dua warga.

"Motif dari pembunuhan yang menimpa dua korban itu masih kita selidiki," katanya. (bdh/bdh)
Berita Terkait