Keributan mulai terjadi setelah warga mengantre sejak pukul 06.00 WIB, namun hingga pukul 11.00 WIB, minyak tanah yang dijanjikan tidak juga kunjung datang. Warga pun beramai-ramai berteriak meminta agar minah secepatnya didatangkan.
Kericuhan kembali terjadi setelah truk tangki minah datang. Karena warga yang sudah mengantre sejak pagi hanya mendapatkan jatah sebanyak 2 liter saja. warga menghendaki mendapatkan jatah sebayak 5 liter untuk setiap Kpala Keluarga (KK).
Warga yang tak terima, mengancam akan memboikot operasi pasar dengan tidak membeli minyak tanah yang telah disediakan. Setelah dilakukan negosiasi, akhirnya disepakati masing-masin KK akan mendapatkan 5 liter minyak tanah, dengan catatan apabila stok habis maka yang datang belakangan maka tidak akan mendapatkan minah.
Minyak tanah sebanyak 5.000 liter akhirnya selesai disalurkan hanya dalam waktu kurang dari 2 jam. Sebagian warga yang datang belakangan terpaksa pulang dengan tangan hampa, karena tidak mendapatkan jatah.
Sementara, Kepala Bagian Perekonomian Pemkot Kediri, Endang S ketika dikonfirmasi mengatakan, operasi pasar ini digelar sebagai upaya menyikapi terjadinya kelangkaan dan kenaikan harga minyak tanah.
Ketika disinggung mengenai terjadinya keributan, Endang mengaku akan menjadikan ini sebagai pelajaran untuk pelaksanaan di waktu mendatang.
"Yang punya gawe kan Pertamina dan Hiswana, kami hanya diminta mengawasi. Memang dengan mepetnya waktu jadi persiapan kami tidak maksimal, tapi kami akan menjadikan ini sebagai pelajaran," ungkap Endang S, Senin (7/4/2008). (bdh/bdh)










































