Hindari Motor, Truk Seruduk 2 Rumah dan 1 Mobil

Hindari Motor, Truk Seruduk 2 Rumah dan 1 Mobil

- detikNews
Sabtu, 05 Apr 2008 09:16 WIB
Kediri - MiKecelakaan maut terjadi di Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Ngadirejo, Kecamatan Kota, Kediri. Truk Mitsubishi Rhino AG 9011 UR menyeruduk dua buah rumah serta sebuah mobil Suzuki Forza GLX AG 352 AB.

Kedua rumah yang menjadi sasaran truk itu adalah milik milik Dwi Agung Susetyo (42) dan (Alm) H Maksum. Meski tidak ada korban jiwa, kecelakaan tersebut mengakibatkan dua anak Dwi Agung mengalami shock berat dan kerugian ditafsirkan mencapai Rp 100 juta.

Kecelakaan yang terjadi, Sabtu (5/4/2008) pukul 01.30 WIB dinihari tadi bermula saat truk yang dikemudikan Suparno (47) dengan kenek Siswanto (30) berusaha menghindari sebuah sepeda motor yang melaju dengan kecepatan tinggi dari arah berlawanan. Saat kecelakaan terjadi, hujan turun sangat lebat, sehingga juga membuat Suparno tidak dapat melihat jalan yang menikung dengan jelas.

"Saya sama sekali nggak ngebut, kira-kira hanya 60 Km perjam," kata Suparno dalam pemerksaan polisi di Mapolresta Kediri, Sabtu (5/4/2008).

Suparno juga mengaku saat menyeruduk dua rumah dan 1 mobil tersebut dirinya sama sekali tidak dalam kondisi mengantuk. Menurutnya seusai mengirimkan batu marmer ke Jogyakarta, dirinya sudah sempat beristirahat di wilayah Nganjuk.

"Setelah sempat tidur di Nganjuk saya berniat pulang ke Tulungagung, tapi kok malah terkena musibah ini. Saya pasrah saja, yang punya rumah mau minta ganti rugi ya nanti biar diurus bos saya," imbuhnya.

Dari pantauan detiksurabaya.com di lokasi kejadian menunjukkan, kondisi mobil yang ditabrak nyaris tak berbentuk. Bodi mobil tertekuk menjadi dua bagian, sedangkan bagian mesinnya juga terpental keluar.

Ketika dikonfirmasi Dwi Agung menceritakan, saat kejadian keluarganya sedang tertidur pulas. Namun ketenangan istirahat tersebut tiba-tiba terganggu dengan datangnya suara keras, yang langsung disertai kepulan debu di dalam kamar tidurnya.

"Saya kira ada bom. Enak-enaknya tidur, tiba-tiba ada suara keras dan debunya langsung mengepul," kata Dwi Agung.

Akibat kejadian tersebut, Dwi Agung mengaku kedua anaknya yang masih duduk di bangku TK dan SD mengalami shock berat. Bahkan sejak kejadian hingga pagi ini, anaknya yang kecil terus menangis ketakutan.

Secara terpisah Kasat Lantas Polresta Kediri, AKP Edy Hariadi saat dikonfirmasi di lokasi kejadin mengatakan, pihaknya akan melakukan penyelidikan terhadap terjadinya kacelakaan tersebut. Pihak satlantas juga akan berusaha menjadi penengah dalam urusan pemberian ganti rugi kepada korban.

"Kita sedang lakukan penyelidikan mengenai penyebab kecelakaan, dan untuk ganti rugi kita akan jadi penengah sehingga tidak ada yang merasa dirugikan," tegas Edy Hariadi. (bdh/bdh)
Berita Terkait