Jasad bapak yang telah melakukan penipuan kendaraan bermotor ini ditemukan tewas tergantung di blandar sebuah gudang milik Sarmi (50) warga Desa Kebonrojo, Kecamatan Kepung yang juga masih kerabatnya.
"Saya curiga setelah melihat gudang siang-siang kok lampunya mati, setelah saya masuk kok saya menyentuh sesuatu dan ketika saya nyalakan lampu, dia sudah mati tergantung," kata Sarmi kepada wartawan, Jumat (4/4/2008).
Begitu menemukan jasad saudaranya tewas, Sarmi langsung melapor ke Polsek Kepung. Petugas langsung melakukan olah TKP dan tidak menemukan adanya tanda-tanda penganiyaan pada tubuh korban. Petugas hanya menemukan seutas tali tambang warna merah sepanjang 1,5 M yang digunakan korban untuk gantung diri.
Saat ditemukan, kondisi Paeran sangat mengerikan. Lehernya menjulur keluar dengan mata terbelalak. Selain itu, air mani juga tampak keluar dari alat kemaluannya. Sarmi menjelaskan, korban datang ke gudang miliknya sekitar pukul 01.00 WIB dini hari tadi. Sejak saat itu, korban tidak tampak keluar dari ruangan.
Korban, kata Sarmi, selama ini juga dikenal memiliki banyak hutang. Dengan pekerjaan serabutan sebagai kuli bangunan dan buruh tani, korban harus menghidupi istri dan dua anaknya.
"Lumayan banyak hutangnya, makanya dia sering terlihat menyendiri di gudang ini," imbuh Sarmi.
Secara terpisah Kapolsek Kepung, AKP Herry Sisiwoko mengungkapkan, hasil pemeriksaan arsip di Mapolres Kediri menunjukkan korban masuk DPO dalam kasus penipuan kendaraan bermotor.
"Mungkin korban ketakutan, setelah namanya dicari-cari polisi," kata Herry Sisiwoko.
Meski demikian, Herry menambahkan, pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab korban nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.
"Ya kata saksi korban banyak hutang, terus dia juga masuk DPO, tapi kita kan juga harus memastikan penyebabnya. Kami akan lakukan penyelidikan," imbuhnya. Untuk proses otopsi lebih lanjut, jasad korban dibawa ke RSUD Pelem Pare. (fat/fat)










































