Di Batu, pitrad sangat mudah ditemui. Misalnya di sepanjang jalan kawasan Beji berderet tempat-tempat bisnis kebugaran. Catatan Satpol PP Batu, di wilayahnya sedikitnya terdapat 13 usaha pijat memijat itu.
Dan nampaknya, bisnis kebugaran itu disalahgunakan karena sebagai ajang prostitusi. Sudah menjadi rahasia umum, jika para pemijatnya atau biasa disebut massage girl juga ada yang bisa diajak kencan.
Awalnya, biasanya pelanggan cukup menikmati pijatan halus. Namun di tengah perjalanan, pijatan pun bisa berganti, ke permainan yang lebih panas. "Harganya bisa dinego di dalam kamar," kata Hendro, warga Surabaya yang pernah merasakan 'pijatan aurat' di Batu kepada detiksurabaya.com, Jumat (4/4/2008).
Sekitar 2 bulan yang lalu, Hendro bersama kawannya wisata di kota berhawa dingin itu. "Saya sore jalan-jalan dan capek. Saya mampir ke sebuah pitrad yang ada menjelang pintu masuk kota," kisah dia. Dia pun tak ragu karena para massage girlnya masih muda dan cantik-cantik.
Namun, kata Hendro, tidak semua tempat pijat di Batu bisa memberikan layanan plus. "Harus hati-hati. Jangan salah lo, ada yang wanitanya menolak atau ada larangan dari pemiliknya," kata Hendro mengingatkan.
Nampaknya, bisnis yang sudah dijadikan kedok untuk ajang prostitusi ini membuat gerah Pemerintah Kota Batu. Pemkot berencana menata bisnis itu untuk menghindari dari praktik bisnis prostitusi terselubung. Dalam aturannya, akan mewajibkan para pekerja panti pijat untuk mengenakan celana khusus yang dilengkapi gembok.
(gik/gik)











































